Beragam Manfaat Kedelai untuk Si Kecil


Tempe dan tahu adalah makanan yang mudah di jumpai di Indonesia. Selain murah, konsumsi tempe juga menyehatkan. Bagaimana mengupayakan agar anak-anak menggemarinya?

Saat ini, kebanyakan anak lebih memilih daging ayam balut tepung yang digoreng atau lebih dikenal dengan fried chicken, pizza, atau bahkan burger berisi daging sapi ketimbang tempe atau tahu. Alasannya bisa bermacam-macam. Kurang bergengsi, lidah tidak terbiasa dengan makanan itu, atau tidak ada pilihan lain.

Padahal mengenalkan kedelai dalam menu anak-anak akan memperbaiki diet bagi anak sekaligus menjauhkannya dari ancaman gizi buruk. Mengenalkan kedelai sejak dini juga membantu anak membentuk pola makan sehat yang bisa bertahan dalam kehidupannya.

Kedelai juga telah dikenal memiliki beragam manfaat. Makanan yang ditambah dengan kedelai dapat meningkatkan ragam pada diet anak tanpa mengorbankan kadar zat gizi, rasa, atau energi. Begitu menurut para peneliti University of Illinois.

Disebutkan pula, mengonsumsi kedelai akan menurunkan risiko  berkembangnya penyakit jantung. Kedelai juga akan menguatkan tulang, bahkan membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan anak. Ini karena kedelai merupakan sumber kalsium, zat besi, magnesium, zinc, dan vitamin E.

Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak dan remaja yang mengonsumsi kedelai menunjukkan bahwa kedelai dapat mengatasi sembelit, diare, menurunkan kolesterol, dan menurunkan risiko kanker payudara di kemudian hari.

(Baca juga : Selain Atasi Asma dan Asam Urat, Inilah Manfaat Dahsyat dari Teh Kombucha Menurut dr. Henry Naland, SpB (K), Onk)

Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa memasukkan kedelai dalam makanan anak akan membantu menurunkan kadar lemak, lemak jenuh, kalori, meningkatkan asupan serat, dengan tetap menyediakan vitamin dan mineral penting lainnya.

Mengingat banyaknya zat gizi dan manfaat makanan berbahan dasar kedelai, mengapa tidak mencoba mengenalkan pada anak?

Kurangi Durasi Diare

Anak yang mengalami alergi dan intoleransi makanan memerlukan pertimbangan diet khusus. Mereka yang alergi selai kacang kebanyakan masih bisa menikmati selai kacang kedelai.  Yang alergi protein susu, intoleransi laktosa atau membatasi konsumsi susu, bisa memperoleh kalsium, vitamin D, dan protein berkualitas tinggi dari susu kedelai yang telah difortifikasi.

Dari catatan di situs Soyfoods disebutkan bahwa produk kedelai dikonsumsi oleh setidaknya 90 persen anak di Asia. Sekitar 95 persen diantaranya mengonsumsi makanan kedelai sebelum 18 bulan atau saat mulai dikenalkan dengan makanan padat.

Para ibu di Asia lebih memilih menggunakan tahu selama masa pengenalan makanan. Selain mudah didapat, tahu juga punya tekstur yang lembut, enak, dan bernilai gizi tinggi.

(Baca juga : 2 Manfaat Air Hangat yang Dipercaya Banyak Orang Tapi Ternyata Mitos Menurut Tinjauan dr. Kevin Adrian

Merangsang Berat

Selain tempe dan tahu, susu kedelai juga bisa dikenalkan pada anak.  Anak-anak di Taiwan paling sering mengonsumsi susu kedelai, sekitar 3 cangkir per minggu anak 10 tahun mengonsumsi susu kedelai sebagai minuman utama.


Kedelai juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk susu formula. Susu formula kan sebagai bahan untuk susu formula. Susu formula kedelai  digunakan pada awal abad 20 bagi bayi dengan eksim dan kemudian menjadi produk komersial yang tersedia bagi bayi dengan alergi atau intoleransi susu formula sapi. Sekitar 25 persen bayi di AS menerima susu formula kedelai karena alergi susu, intoleransi laktosa, maupun galaktosemia.

American Academy of Pediatrics dan FDA mendukung penggunakan susu formula kedelai sebagai aman dan pilihan efektif untuk menyediakan zat gizi tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi secara normal yang kebutuhan zat gizi tidak bisa dipenuhi dari ASI ataupun susu formula sapi. Selain itu, susu formula kedelai menunjukkan hasil positif mengatasi diare dalam suatu uji klinis terhadap 73 bayi.

Dalam penelitian terhadap anak-anak Nigeria dengan diare dan malanutrisi, susu kedelai yang dijual bebas, susu kedelai buatan sendiri, dan kacang kedelai menunjukkan penurunan keparahan dan lamanya diare. Pada saat bersamaan juga merangsang pertambahan berat badan.  


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beragam Manfaat Kedelai untuk Si Kecil "

Post a Comment