Mengalami Stroke? Ini Terapi dan Resep Herbal dari dr. Zaidul Akbar

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Sedangkan pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah dan menyebabkan terhamatnya aliran darah yang normal serta darah keluar ke jaringan otak.

Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:

  • Stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.
  • Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi hipertensi yang tidak terkendali, melemahnya dinding pembuluh darah, dan pengobatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.

Baca juga : Apa Itu Keseleo dan Cara Menanganinya Menurut Dr. dr. Andri M.T. Lubis, SpOT

Gejala

Gejala stroke dapat diketahui dan diingat lebih mudah dengan kata 'FAST'. Masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

  • F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.
  • A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?
  • S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?
  • T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Ingat, stroke merupakan keadaan darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingat juga untuk mencatat kapan orang tersebut mengalami gejala- gejala tersebut.

Gejala stroke yang lain diantaranya:

  • Kelumpuhan tiba- tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh
  • Sering Pingsan
  • Sering Kehilangan kesadaran
  • Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan
  • Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidak mampuan untuk mengendalikan emosi.

Komplikasi

Stroke dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, dan sebagian besar komplikasi tersebut berakibat fatal. Beberapa jenis komplikasi yang mungkin muncul, antara lain:

  • Deep vein thrombosis. Sebagian orang akan mengalami penggumpalan darah di tungkai yang mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut dikenal sebagai deep vein thrombosis. Kondisi ini terjadi akibat terhentinya gerakan otot tungkai, sehingga aliran di dalam pembuluh darah vena tungkai terganggu. Hal ini meningkatkan risiko untuk terjadinya penggumpalan darah. Deep vein thrombosis dapat diobati dengan obat antikoagulan.
  • Sebagian pengidap stroke hemoragik dapat mengalami hidrosefalus, yaitu menumpuknya cairan otak di dalam rongga jauh di dalam otak (ventrikel). Dokter bedah saraf akan memasang sebuah selang ke dalam otak untuk membuang cairan yang menumpuk tersebut.
  • Kerusakan yang disebabkan oleh stroke dapat mengganggu refleks menelan, akibatnya makanan dan minuman berisiko masuk ke dalam saluran pernapasan. Masalah dalam menelan tersebut dikenal sebagai disfagia. Disfagia dapat menyebabkan pneumonia aspirasi.

Baca juga : Mengatasi Insomnia Menurut dr. Gatot Ibrahim

Pencegahan

Cara mencegah stroke yang utama adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Berbagai tindakan pencegahan stroke, antara lain:

  1. Menjaga pola makan. Jangan banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak karena dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke.
  2. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang ideal adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.
  3. Perbanyak makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
  4. Olahraga secara teratur, karena olahraga dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien dan juga dapat menurunkan kadar kolesterol serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.
  5. Berhenti merokok. Perokok berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena stroke, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal.
  6. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Baca juga : Memelihara Tubuh dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR) dari dr. Zaidul Akbar

Pengobatan

Pengobatan khusus yang diberikan pada pengidap stroke tergantung pada jenis stroke yang dialaminya, stroke iskemik atau stroke hemoragik.

Pengobatan stroke iskemik. Penanganan awal akan berfokus untuk menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah, dan mengembalikan aliran darah.

Pengobatan stroke hemoragik. Pada kasus stroke hemoragik, pengobatan awal bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengontrol perdarahan. Ada beberapa bentuk pengobatan terhadap stroke hemoragik, antara lain dengan mengonsumsi obat-obatan dan operasi.

Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack). Pengobatan TIA bertujuan untuk menurunkan faktor risiko yang dapat memicu timbulnya stroke, sehingga penyakit jantung tersebut dapat dicegah. Obat-obatan akan diberikan oleh dokter untuk mengatasinya. Dalam beberapa kasus, prosedur operasi endarterektomi karotis diperlukan jika terdapat penumpukan lemak pada arteri karotis.

Terapi dan Resep Herbal dr. Zaidul Akbar

dr. Zaidul Akbar
Menurut dr. Zaidul Akbar, seorang yang mengalami stroke dapat diatasi dengan cara melakukan beberapa terapi dan membuat minuman tradisional/herbal, namun memang dibutuhkan kedisplinan dan kesabaran dalam usaha menyembuhkan seorang yang mengalami stroke. 

Terapi

Beberapa terapi untuk seorang yang mengalami stroke adalah :

  1. Perbanyak puasa;
  2. Rutinkan berbekam, akupuntur dan refleksi;
  3. Memperbaiki pola makan (baca di bag. "Pencegahan' di atas);
  4. Mengonsumsi madu setiap hari (oleskan juga madu di bawah lidah 3x sehari); 
  5. Mengonsumsi air kelapa;
  6. Mengonsumsi cilantro (daun ketumbar);
  7. Makan coklat bubuk di campur dengan kurma;
  8. Makan alpukat yang diblender dengan kurma.

Resep Herbal

Sedangkan untuk resep minuman herbal untuk pengidap stroke yaitu :

  • 1 buah air kelapa;
  • 1 kapsul habbatussauda;
  • 3-5 buah kurma;
  • Madu secukupnya.

Cara Membuat

  • Blender air kelapa dan habbatussauda, tunggu hingga mengendap;
  • Ambil hasil air blender tadi yang lebih jernih, tambahkan madu dan kurma.

*Minum sebelum makan

Semoga bermanfaat


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Mengalami Stroke? Ini Terapi dan Resep Herbal dari dr. Zaidul Akbar"

  1. Mohon izin pak/bu, resep herbal ini bisa dibuat di rumah. Semoga lekas sembuh ya pak/bu

    ReplyDelete