8 Cara Mudah Atasi Ngorok Menurut dr. Hermawan Suryadi, Sp.S.

Mendengkur atau mengorok bukanlah tanda orang tidur lelap, tetapi justru suatu penyakit atau gangguan tidur . Tidur mendengkur tidak hanya mengganggub kenyamanan pasangan tidurnya, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan orang tersebut. Apalagi bila dengkurannya sering mendadak berhenti dan diikuti pula dengan berhenti bernapas (apnea)

Menurut dr. Hermawan Suryadi, Sp.S., gangguan ini dikenal sebagai Obstructive Sleep Apnea (OSA). Penyakit OSA sering disebut sebagai silent killer in the night (pembunuh diam-diam di kala tidur) karena penderitanya memiliki resiko tinggi untuk mengalami stroke (gangguan peredaran darah otak), tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, pembesaran jantung, gangguan irama jantung dan mati mendadak di tempat tidur.

OSA juga berdampak buruk terhadap kualitas hidup seseorang seperti cepat lupa (gangguan memori), sering mengantuk di siang hari, disfungsi ereksi, lekas marahdan depresi, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Di kala tidur, akibat napas yang sering behenti, penderita OSA akan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Keadaan ini membuat penderitanya sering terbangun dan tidur tidak pulas, banyak berkeringat, irama jantung menjadi cepat, kadang tidak teratur, dan tekanan darah naik.

Pria Lebih Sering

Memang tidur mengorok lebih banyak dijumpai pada pria, sekitar 4 (empat) kali lipat dibandingkan perempuan. Apalagi bila kegemukan, merokok dan jarang berolahraga. Banyak istri yang mengeluh tidurnya terganggu akibat suaminya mengorok.

Ada seorang istri yang berkonsultasi di klinik gangguan tidur. Ia mengeluh,

“Suami saya begitu mencium bantal langsung tertidur. Saat dia tertidur, seolah-olah ada suara bajaj atau mesin gergaji dengan jarak beberapa sentimeter dari telinga saya. Ini terjadi sudah 20 tahun sejak kami menikah. Keadaan ini membuat saya susah tidur dan menderita.”

Minta Cerai

Di negara Barat, banyak pasangan suami-istri bertengkar karena sang suami tidur mengorok. Ada suami yang diusir untuk pindah ranjang atau pisah kamar. Bahkan, ada yang meminta cerai karena sangat terganggu oleh dengkur suaminya. Lain di Indonesia, perempuan sangat toleran walau harus menderita.

Dapat Diobati

Tidur mendengkur dapat diobati. Sebaiknya konsultasi kepada dokter. Penderita biasanya dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan tidur di laboratorium tidur (Sleep Lab). Selanjutnya dengan diagnosis jenis dan beratnya gangguan tidur, penderita dapat diobati dengan berbagai cara. Dari mulai cara sederhana seperti mengubah pola hidup (berolahraga, menurunkan berat badan) sampai menggunakan alat bantu pernapasan (CPAP = Continuous Positive Airway Pressure) atau tindakan operasi.

Beberapa cara mudah untuk mengatasi dengkuran / ngorok:

1. Mengubah posisi tidur

Anda disarankan untuk tidur dengan posisi tubuh miring ke kanan atau ke kiri. Hal ini karena posisi tidur telentang dapat menyebabkan pangkal lidah menjadi lebih condong ke belakang tenggorokan, sehingga menghalangi aliran udara di tenggorokan dan menimbulkan suara dengkuran.

Dengan demikian, untuk menghentikan ngorok ubahlah posisi tidur menjadi miring agar udara dapat bergerak bebas melewati tenggorokan Anda.

2. Mencukupi waktu istirahat

Kelelahan atau kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sering mengorok. Oleh karena itu, Anda perlu cukup beristirahat untuk mencegah dan mengatasi keluhan ngorok. Waktu tidur yang direkomendasikan adalah sekitar 7–8 jam setiap malam.

3. Menjaga berat badan ideal

Menjaga berat badan tetap ideal bisa mencegah penebalan jaringan tenggorokan dan penyempitan saluran tenggorokan. Oleh karena itu, cobalah untuk menjaga berat badan Anda agar tetap ideal dengan rutin berolahraga dan menjalani diet sehat.

4. Menjaga kebersihan tempat tidur dan kamar

Hidung dan tenggorokan bisa mengalami pembengkakan akibat alergi, misalnya alergi terhadap debu atau asap rokok. Kondisi ini bisa membuat Anda lebih sering ngorok.

Oleh karena itu, cobalah untuk menjauhi faktor pencetus alergi tersebut dengan menjaga kebersihan kamar dan tempat tidur Anda. Jika perlu, Anda bisa mencoba menjaga kualitas udara di kamar tidur dengan menggunakan pelembap udara (humidifier).

Akan tetapi, apabila keluhan ngorok akibat alergi sering muncul atau kambuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.

5. Membersihkan diri atau mandi dengan air hangat

Bila dengkuran disebabkan oleh penyakit sinusitis, cobalah untuk mandi air hangat sebelum tidur. Hal ini dapat membuka saluran pernapasan sehingga mengurangi ngorok.

Selain mandi air hangat, Anda juga bisa mencoba menghirup uap hangat selama beberapa menit sebelum tidur untuk meringankan keluhan ngorok.

6. Mencukupi asupan cairan tubuh

Kekurangan cairan bisa menyebabkan lendir pada hidung menjadi lebih lengket. Terkadang, kurang minum air putih juga bisa membuat Anda menjadi mudah ngorok saat tidur. Untuk mengatasinya, cobalah untuk minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari.

7. Menghentikan kebiasaan merokok

Iritasi akibat asap rokok dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan peradangan tenggorokan, sehingga dapat memicu Anda mendengkur saat tidur. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga membuat otot lidah dan tenggorokan menjadi lemah, sehingga menimbulkan suara dengkuran.

8. Menggunakan nasal strip

Anda bisa mencoba menggunakan nasal strip yang dijual bebas untuk mengatasi keluhan sering ngorok. Alat ini berbentuk menyerupai plester yang digunakan dengan cara ditempel di pangkal hidung.

Nasal strip berguna untuk membuat saluran napas menjadi lebih terbuka, sehingga aliran udara di hidung dan tenggorokan dapat lebih lancar saat Anda tertidur.

Mendengkur bisa menurunkan kualitas tidur Anda dan membuat Anda sering mengantuk ketika beraktivitas. Agar keluhan tersebut dapat teratasi, Anda bisa mencoba beberapa cara mengatasi ngorok yang telah disebutkan di atas.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 Cara Mudah Atasi Ngorok Menurut dr. Hermawan Suryadi, Sp.S."

Post a Comment