Sedang Emosi atau Cemas? Lakukan Butterfly Hug, Menurut Psikolog Veronica Adesla, M.Psi.

Apakah kalian sudah menonton drama korea 'It's Okay to Not be Okay' yang diperankan Kim Soo Hyun dan Seo Yu Ji ? Drama korea ini memang sedang booming. namun, yang menjadi sorotan dari drama tersebut adalah teknik 'butterfly hug'. Diceritakan dalam drama tersebut Go Moon-Young yang diperankan oleh Seo Ye Ji sedang sangat marah bahkan hampir mencelakai orang lain. Kemudian, Kim Soo Hyun yang berperan sebagai Moon Kang Tae berusaha menenangkan Go Moon-Young dan mengajarkannya teknik ini.

Sebenarnya istilah Butterfly Hug ini sudah tidak asing bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia psikologi atau pun kesehatan jiwa serta pemulihan trauma. Bahkan, manfaat dari teknik ini bisa menjadi penenang ketika emosi sedang membuncah hingga meringankan trauma.

Apa itu Butterfly Hug dan Bagaimana Manfaatnya untuk Kesehatan Mental?

Veronica Adesla
Menurut Veronica Adesla, M.Psi., psikolog dari Personal Growth Clinic, metode 'butterfly hug' memang sudah ada sejak lama. Dilansir dalam laman EMDR Foundation, disebutkan bahwa metode butterfly hug dikembangkan oleh terapis Lucina Artigas pada tahun 1998, saat ia bekerja dengan orang-orang yang mengalami trauma akibat badai Pauline di Meksiko. Laporannya yang berjudul "The Butterfly Hug Method for Bilateral Stimulation" yang ditulis oleh Lucina dan Ignacio Jarero diterbitkan pada September 2014.

Butterfly hug merupakan metode stimulasi bilateral (seperti gerakan mata atau ketukan) untuk sebagai bentuk terapi trauma untuk individu maupun kelompok. Hingga saat ini,  metode butterfly hug dijadikan standar bagi para terapis di lapangan saat berhadapan dengan orang yang mengalami trauma dari suatu peristiwa buruk atau bencana serta menenangkan setiap orang saat emosi, seperti amarah, cemas, dan traumatik yang berlebihan  

Berikut teknik melakukan 'butterfly hug' menurut Veronica :

1. Silangkan kedua tangan

Posisi kedua tangan berada di depan dada sambil menyilang. Atur juga posisi jempol agar berada di atas tulang bagian pundak.

2. Tepuk pundak

Tepuk pundak dengan kedua tangan secara pelan sambil membayangkan hal yang membuatmu kesal. Dengan melakukan tapping atau tepukan, dapat memberikan rangsangan ketenangan dalam dirimu.

3. Atur pernapasan

Dalam posisi tetap menepuk pundak, tarik napas secara dalam, usahakan napas itu membuat perut mengembung, lalu keluarkan dengan pelan. Atur ritme masuk-keluarnya pernapasan secara konsisten sebanyak maksimum 8 kali selama satu menit.

4. Lakukan terus hingga perasaan dan pikiranmu membaik

Biasanya, durasi terbaik yang dibutuhkan untuk melakukan butterfly hug adalah 2-3 menit. Akan tetapi, Veronica tidak mematok target durasi tersebut. Ia menyarankan untuk melakukan butterfly hug hingga perasaan dan pikiranmu terasa baik.

"Kalau kamu sudah merasa better dan cukup saat melakukan butterfly hug, iya sudah boleh berhenti melakukannya," ujar Veronica.

Gambar :

Tidak hanya itu, Veronica juga menyampaikan bahwa metode butterfly hug dapat ditambah dengan melakukan humming atau bersenandung. Bahkan bisa juga diiringi dengan lagu. Namun, hal ini hanya menjadi pilihan saja saat melakukan butterfly hug.

Bisa Diterapkan pada Anak-anak

Menurut Psikolog Anak Chitra Annisya, teknik ini bisa diajarkan dan diberikan kepada anak mulai usia 4 tahun. Dengan catatan, Bunda dan Ayah sudah mulai mengenalkan cara melabeli emosi kepada anak sebelumnya.

Ketika anak sudah tahu perasaan marah, sedih, kesal dan sebagainya, teknik ini bisa menjadi cara anak menstabilkan emosinya.

“Sebaiknya memang kenalkan anak cara melabel emosi yang dirasakan terlebih dahulu,” ujar Chitra.

Kemudian, ia menjelaskan ada beberapa tahap untuk mengajarkan Butterfly Hug kepada anak. Chitra menjelaskan caranya berikut ini:

  1. Mengajak anak duduk secara nyaman, kaki menapak sempurna, lalu menutup mata
  2. Silangkan tangan ke dasa dan letakkan tangan di bawah tulang selangka
  3. Tepuk pelan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri
  4. Ajak anak membayangkan hal yang membuatnya senang, bisa tempat, atau pengalaman yang menyenangkan bayangkan hingga tampak jelas di pikiran
  5. Tarik nafas pelan dan teratur
  6. Lakukan sampai anak merasa nyaman

Namun, untuk anak yang tantrum (ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit dan pembangkangan) Bunda jangan dulu menerapkan teknik ini. Menurut Chitra, sebaiknya ajak anak untuk lebih tenang terlebih dahulu.

“Kalau anak menunjukkan tantrum tinggi lebih efektif untuk menggunakan teknik breathing, tarik nafas dan hembuskan panjang sebanyak 3-10 hitungan. Ketika anak sudah lebih tenang, boleh diajak Butterfly Hug untuk stabilisasi emosi,” tutur Chitra.


Semoga bermanfaat


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sedang Emosi atau Cemas? Lakukan Butterfly Hug, Menurut Psikolog Veronica Adesla, M.Psi."

Post a Comment