Diabetes? Minumlah Air Kayu Manis Menurut dr. Abrijanto SB, M.si


Selain karena faktor keturunan, gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama munculnya penyakit diabetes. Contohnya, sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan tinggi kalori serta jarang melakukan aktivitas fisik.

Pasien yang didiagnosis terkena diabetes harus rutin mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk mengontrol kadar gula darahnya. Bahkan untuk tingkat diabetes yang sudah parah perlu memakai insulin.

Namun, tak semua pengidapnya mematuhi aturan diabetes. Tak sedikit yang lebih percaya dengan pengobatan alternatif/herba atau mencoba mengobati diabetes berdasarkan informasi yang diterima di media sosial. Padahal sebenarnya bisa jadi informasi itu salah alias hoaks. Salah satu herba yang diyakini bisa mengatasi diabetes adalah kayu manis. Namun, apakah benar kayu manis dapat mengatasi diabetes? Dan apa saja kandungan dalam kayu manis itu?

"Kayu manis merupakan bahan alam yang dapat membantu mengatasi diabetes, karena komponen yang ada pada kayu manis seperti Cinnamaldehyde," terang ahli herba, dr. Abrijanto SB, M.si 

Dr. Abrijanto SB
dr. Abrijanto menambahkan kulit kayu manis mengandung 65 hingga 80 persen Cinnamldehyde. Sementara kandungan Eugenol-nya adalah 5 hingga 10 persen. Pada daun kayu manis, kandungan Cinnamldehyde adalah 1 sampai dengan 5 persen, sedangkan Eugenol-nya antara 70 hingga 95 persen. Nah, berbagai penelitian yang ditulis di jurnal sudah banyak yang menguliti manfaat kandungan ini.

"Eugenol dan Cinnamaldehyde dapat meningkatkan kualitas dari insulin sehingga insulin dapat bekerja mengantarkan gula ke dalam sel," imbuh dr Abrijanto.

Dokter berkacamata ini menyebutkan dari penelitian diketahui kayu manis berpotensi bisa mengurangi penyerapan glukosa sesudah makan dengan menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Potensi lainnya adalah menghambat memecahan gula, serta meningkatkan sirkulasi insulin.

Eugenol pada kayu manis juga menunjukkan aktivitas antioksidan. Dari penelitian juga menunjukkan kayu manis memiliki efek anti-mikrobial terhadap beberapa macam jenis bakteri.

Meski kayu manis punya sejumlah manfaat, namun dr. Abrijanto mengingatkan agar tidak mengonsumsi secara berlebihan. Karena pada beberapa orang dapat menyebabkan gangguan hati, apalagi jika sebelumnya yang bersangkutan sudah punya masalah hati. Menurutnya, agar tidak berlebihan sebaiknya mengonsumsi kayu manis yang sudah diolah, sehingga diketahui benar aturan pakainya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care tahun 2003 melihat 60 pria dan wanita dengan diabetes tipe 2 yang mengambil pil diabetes. Para peserta mengambil baik 1, 3, atau 6 gram kayu manis cassia atau plasebo, dalam bentuk kapsul, selama 40 hari. Setelah waktu ini, kadar glukosa darah menurun antara 18% dan 29% pada ketiga kelompok yang menerima kayu manis. Namun, hanya peserta yang telah mengambil jumlah terkecil kayu manis (1 gram) terus membaik kadar glukosa darah 20 hari setelah mereka berhenti mengambil, untuk alasan para peneliti tidak mengerti.

Sebuah penelitian tahun 2013 menemukan bahwa kayu manis mengurangi glukosa darah, kolesterol, trigliserida dan kolesterol "jahat" LDL, sementara meningkatkan kolesterol "baik" HDL dengan mengonsumsi secara teratur 1 1/2 (satu setengah) sendok teh per hari atau 2 kali dalam satu hari-1 malam.

Namun, air rebusan kayu manis ini tidak bisa membantu menurunkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Kadar gula darah baru bisa turun dalam waktu dua minggu sampai satu bulan.


(Dikutip dari detikhealth, 27-02-2017)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diabetes? Minumlah Air Kayu Manis Menurut dr. Abrijanto SB, M.si"

Post a Comment