Beras Hitam, 'The Avengers' yang Perangi Kanker Menurut Dr. Zhimin Xu


Beras merah memang digadang-gadang lebih baik ketimbang beras putih. Banyak orang yang memilih beras merah sebagai menu sehat dan dietnya, karena beras merah tergolong memiliki kandungan kalori lebih rendah. Tapi, ternyata selain beras merah ada juga beras hitam, beras yang oleh masyarakat Indonesia kadang disebut sebagai beras wulung, beras jlitheng atau beras gadog diklaim ilmuwan sebagai makanan super untuk melawan kanker. Beras hitam ini bukanlah ketan hitam. Beras hitam yang warna sebenarnya agak keungu-unguan selama ini memang dikenal punya banyak khasiat. Khasiat itu ternyata bisa dibuktikan oleh ilmuwan yang melakukan uji ilmiah.

Dr. Zhimin Xu
Menurut Dr. Zhimin Xu, Beras hitam lebih unggul karena selain sama-sama kaya serat, beras hitam juga kaya akan protein dan antioksidan. Warna hitam pada beras dikarenakan adanya berbagai kandungan senyawa fitokimia. Yang terbanyak adalah senyawa antosianin yang kaya akan kandungan antioksidan, serat, dan vitamin E.

Selain itu, dilihat dari aspek nutrisinya, beras hitam mengandung karbohidrat, kaya akan protein, serat, serta vitamin dan mineral seperti vitamin E, B, zat besi, magnesium, dan zink. Kandungan seratnya bermanfaat untuk mencegah sulit buang air besar (BAB).

Ilmuwan dari Louisiana State University ini menganalisa sampel dedak (serbuk kulit) dari beras hitam yang ditanam di Amerika selatan. Hasilnya, ilmuwan menemukan beras hitam memiliki kadar antioksidan berupa antosianin (anthocyanin) yang larut dalam air. Buah dan sayuran yang mengandung antosianin biasanya berwarna gelap seperti blueberry. Warna hitam seperti ini juga yang terkandung dalam beras hitam.

Penelitian menunjukkan antioksidan dari tanaman yang berwarna gelap bisa menghentikan molekul berbahaya, membantu melindungi arteri dan mencegah kerusakan DNA yang mengarah ke kanker.

"Hanya sesendok dedak beras hitam mengandung lebih banyak antosianin lebih besar daripada yang ditemukan dalam blueberry. Beras hitam juga mengandung gula yang sedikit dan lebih banyak serat serta antioksidan vitamin E," kata ilmuwan Dr. Zhimin.

Dan harap diketahui, ketika berbicara tentang kandungan antioksidan, maka tidak ada bahan lain yang mendekati beras hitam. Bahkan Bekatul (lapisan paling luar) dari butiran beras hitam mengandung tingkat anthocyanin tertinggi dari makanan apa pun! Apalagi dibandingkan dengan semua varietas gandum lainnya seperti beras merah, beras merah, dan quinoa merah. Antosianin ini mampu memerangi kanker, mencegah penyakit kardiovaskular, dan mengobati infeksi mikroba dan diare.

Beras hitam sendiri sudah lama digunakan di China yang hanya boleh dikonsumsi oleh para bangsawan sehingga dikenal dengan nama 'Forbidden Rice'. Sedangkan negara-negara Asia umumnya juga sudah mengenal beras hitam yang biasanya dikonsumsi saat perayaan-perayaan khusus.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beras Hitam, 'The Avengers' yang Perangi Kanker Menurut Dr. Zhimin Xu"

Post a Comment