Apa Pentingnya Membentuk Pola Tidur Bayi Menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT

Saat berada di dalam rumah bernama rahim, janin belum mengenal siang dan malam. Ia dapat tidur dan bangun sesukanya . Nah, kebiasaan itu terbawa saat kecil lahir. Tidak usah heran, kadang pada malam hari terjaga, ia merengek meminta disusui atau diajak bermain, eh pada siangnya tidur seharian. Akibatnya, Ayah dan Bunda kadang harus begadang semalaman untuk meladeni kebutuhan si kecil. Bisa ditebak apa yang terjadi keesokan harinya, kerja sambil terkantuk-kantuk atau terpaksa mencuri-curi tidur di siang hari di pojokan.

Meski begitu, bayi belajar dari lingkungannya. Orangtua perlu membentuk pola tidur si kecil agar lebih teratur secara bertahap, sehingga saat usianya menginjak 2 bulan atau lebih, ia sudah memiliki pola tidur lebih teratur. Mengapa penting? Bila pola tidur bayi sudah teratur, ia tidak akan mudah terbangun serta dapat tidur lebih lama dan lebih nyenyak alias tidur yang berkualitas.

Sangat Pentingnya Tidur yang Berkualitas untuk Bayi
dr. Andreas Prasadja, RPSGT
Menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT, berbagai penelitian menunjukkan manfaat tidur bagi kesehatan, apalagi untuk sang bayi. Kurang tidur membuat bayi rewel dan tidak bersemangat. Sebab tubuh tidak memiliki waktu yang cukuup untuk memulihkan tenaga. Kekurangan tidur dapat menyebabkan gangguan motorik dan mengganggu mood si kecil. Perilaku bayi yang rewel dan irritable (mudah marah) akan menghambat kemampuan dan kecepatan belajarnya.

Kecukupan tidur juga berpengaruh pada daya tahan tubuh. Berbagai riset membuktikan , kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya fungsi imun dan daya tahan tubuh menurun, si kecil pun jadi mudah sakit.

Pentingnya tidur yang cukup bagi bayi juga karena tidur dapat mengeluarkan growth hormone yang berperan bagi tumbuh kembang si kecil. Bila si kecil kurang tidur, maka pengeluaran hormon akan terganggu, sehingga pertumbuhan bayi pun tidak optimal.

Cara Membentuk Pola Tidur Bayi
Karena itu, untuk memberikan kualitas tidur yang baik untuk si kecil, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk pola tidur si kecil, sekaligus membuatnya dapat tidur dengan lebih lelap, berikut diantaranya :

1. Jadwal menyusu
Siasati dengan jadwal menyusui yang tepat. Pilihlah waktu menyusui sebelum bayi tertidur dan saat bangun tidur, sehingga saat tertidur bayi dapat terlelap dengan pulas tanpa sering terbangun karena lapar. Selain itu, orangtua sebaiknya tidak mudah membangunkan bayi yang sedang tertidur pulas sekedar untuk menyusui. Ingat, bayi akan terbangun dari tidurnya ketika ia lapar, hendak buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Untuk itu, biarkan bayi ketika bayi sedang tertidur pulas. Sikap disiplin orangtua akan membentu kbayi menemukan pola tidurnya

2. Kenali tanda Mengantuk
Mengantuk merupakan pertanda bayi mulai lelah. Biasanya ditandai dengan menggosok-gosokkan mata, mengisap-isap jari, menguap atau malah menangis (rewel). Bila tanda-tanda ini muncul, segera tidurkan bayi. Kondisi ini menguntungkan bagi bayi, jadi lebih awal tidurnya dan tidak rewel.

3. Atur Penerangan
Pada malam hari, redupkan lampu kamar agar bayi belajar membedakan antara waktu siang dan malam. Kondisi itu akan membentuk bayi untuk membentuk pola tidurnya. Dengan pencahayaan yang redup, bayi akan mudah terlelap. Selain itu, produksi hormon melatonin juga akan meningkat. Selain bermanfaat untuk kekebalan tubuh, hormon ini juga membantu bayi untuk tidur.

4. Atur Suhu Ruangan
Sebelum tidur, pastikan suhu udara pas, sehingga bayi nyaman untuk tidur. Setel suhu dengan tepat di kamar, tidak kelewat panas tapi juga tidak terlalu dingin. Bila menggunakan pendingan ruangan (AC), maka setel-lah suhu ruangan kurang lebih 26C.

5. Ritual Tidur
Ciptakan ritual tidur yang menyenangkan untuk bayi, seperti membacakan buku cerita atau mengelus-elus kepalanya. Pijatan lembut pada tubuh bayi yang dilakukan sebelum tidur, mampu membuat bayi merasa nyaman dan membantu tidurnya lebih lelap. Untuk melancarkan gerakan tangan saat memijat tubuh bayi, gunakan minyak khusus pijat bayi yang umumnya berfungsi sekaligus sebagai penghangat. Gosok dengan lembut wilayah kepala hingga leher.

6. Mandi
Bersihkan badan bayi sebelum tidur. Seka dengan waslap dan air hangat agar tubuh bayi tidak lengket. Setelah mandi, biasanya bayi akan mudah tertidur pulas. Sebab, rasa hangat akan memperlancar sirkulasi dan alirand arah. Pun saat bersamaan terjadi pelemasan sendi, jaringan dan otot, sehingga peredaran darah dapat bekerja secara baik. Bayi pun menjadi tenang dan nyaman.

7. Pakaian
Kenakan pakaian yang nyaman seperti yang berbahan kaos atau katun yang mudah menyerap keringat. Pastikan ukurannya pas, tidak kelewat besar ataupun kecil. Hindari pakaian berbahan sintesis karena tidak menyerap keringat.

8. Musik
Putarkan musik pengantar tidur yang lembut seperti musik klasik, atau bisa juga dengan lagu-lagu rohani yang lembut (-atau murattal (bacaan qur’an) yang merdu bagi Muslim seperti Murattal  Syaikh Raad al Kurdy ; Ada di youtube-Editor) sebagai pengantar tidur. Kalau tidak mau repot orangtua dapat bersenandung seperti menyanyikan lagu nina bobo sambil digendong. Tapi ingat, biasakan bayi tidak tidur dalam gendongan. Ketika sudah hampir tertidur, letakkan di tempat tidur. Jika menangis, angkat lagi. Lalu tidurkan kembali. Kesabaran orang sangat dibutuhkan untuk melatih bayi agar nantinya dapat tidur sendiri atau kembali tidur setelah terbangun.

9. Jauhkan Nyamuk
Bayi mana yang dapat tidur nyenyak jika banyak nyamuk yang beterbangan dan menggigiti kulit lembutnya? Upayakan ruangan yang digunakan untuk tidur terbebas dari nyamuk. Atau manfaatkan kelambu khusus untuk bayi sebagai pelindung.

10. Membedong
Ini adalah pilihan. Seandainya orangtua mau membedong, cukup bedong dengan tujuan untuk menyelimutinya agar badannya tetap hangat. Jadi tidak usah kencang sehingga menghambat geraknya. Bayi juga perlu bergerak dalam tidurnya.

Bayi yang dibedong
Sebenarnya, membedong sarat dengan manfaat. Salah satunya mengurangi dampak refleks terkejut saat tidur. Saat terkejut, biasanya bayi akan terbangun. Dengan adanya bedong, ia akan mudah terlelap kembali karena merasa bundanya memeluknya. Selain itu, membedong juga membuat posisi bayi senantiasa telentang, sehingga meminimalkan dampak kematian mendadak saat tidur akibat tidur tengkurap.

11. Sapa saat Terbangun
Jangan lupa saat bayi terbangun, sapa, ajak senyum dan minta ia tidur lagi dengan menepuk dan membelai. Jangan ajak bayi bermain dan membuat suara gaduh. Dengan demikian, lambat laun ia akan belajar membedakan kapan waktunya tidur dan kapan ia akan bermain. 


Semoga bermanfaat




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Pentingnya Membentuk Pola Tidur Bayi Menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT"

Post a Comment