4 Cara Mengatasi Rambut Rontok Menurut dr. Reisa Broto Asmoro

Sebenarnya jika rambut rontok sebanyak 50 hingga 100 helai setiap hari masih dianggap hal yang wajar, karena hal tersebut seharusnya tidak akan menimbulkan masalah atau membuat kepala menjadi cepat botak. Kenapa? Karena rambut baru akan tumbuh dan menggantikan rambut rontok tersebut. Namun jika rambut rontok berlebihan, apalagi bila disertai dengan pertumbuhan rambut yang terganggu atau terhenti, maka kepala bisa kehilangan mahkota indahnya, baik untuk sementara maupun permanen.

Rambut rontok yang berlebihan (lebih dari 100 helai per hari) secara medis disebut sebagai telogen effluvium. Kerontokan ini terjadi secara menyeluruh pada bagian kepala sehingga tidak menyebabkan kebotakan pada satu area saja (pitak). Akibatnya, rambut tampak tipis secara keseluruhan. Kondisi ini bisa terjadi setelah tubuh mengalami stres atau tertekan, baik secara fisik maupun emosional.

  • Secara umum, rambut rontok berlebihan dan pertumbuhan rambut yang lambat, bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
  • Stres secara emosional, misalnya kehilangan pekerjaan, sedang menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah, dan sebagainya.
  • Stres fisik yang intensif, seperti melahirkan atau beban pekerjaan yang tinggi.
  • Adanya perubahan hormonal, seperti yang terjadi pada wanita hamil.
  • Kekurangan gizi, seperti protein dan zat besi, misalnya pada penderita gangguan makan.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti infeksi berat, alopecia areata, penyakit kelenjar tiroid, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun, dan sifilis.
  • Efek samping obat-obatan, seperti pemakaian pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, dan obat hormonal.
  • Mengalami demam tinggi.
  • Anemia
  • Berat badan turun 9 kg atau lebih.
  • Baru sembuh dari sakit.
  • Menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Penggunaan produk perawatan rambut berbahan keras, seperti cat rambut, bleaching rambut, atau kebiasaan menggunakan pemanas rambut.

Rambut rontok berlebihan atau telogen effluvium bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia. Namun, wanita lebih sering mengalami hal ini, terutama jika ada perubahan hormonal. Rambut rontok berlebihan biasanya mulai terjadi antara 6 minggu hingga 3 bulan setelah stres atau kondisi medis tertentu menimpa Anda.

Menurut dr. Reisa Broto Asmoro dalam acara TV dr. Oz Indonesia, ada cara dalam mengatasi rambut rontok, diantaranya adalah mengonsumsi dengan RUTIN beberapa makanan berikut ini :

1. Ikan Salmon
Ikan salmon banyak mengandung protein yang dibutuhkan oleh rambut untuk membentuk keratin yang merupakan struktur utama dari rambut. Salah satu asupan protein bisa didapatkan dari ikan salmo yang banyak mengandung asam lemak omega 3 untuk memperkuat rambut.

2. Bayam
Salah satu kerontokan rambut adalah kekurangan zat besi dan bayam terkenal dengan kandungan zat besinya yang sangat tinggi dan vitamin D2 yang sangat berguna sebagai nutrisi untuk rambut.

3. Kerang
Kerang juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi yang berguna untuk rambut. Menurut National Institutes of Health dalam satu sajian kerang, jumlah zat besinya lebih banyak dibandingkan makanan lain.

4. Madu
Selain mengonsumsi 3 makanan diatas, ada cara lain dalam mengatasi kerontokan rambut yakni dengan cara memanfaatkan madu sebagai pengobatan topikal (oles). Madu yang kaya akan antioksidan dan antibakteri ini bisa dimanfaatkan dengan cara mengoleskan madu pada akar rambut sampai ke batang rambut. 


Berikut videonya :


Semoga bermanfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Cara Mengatasi Rambut Rontok Menurut dr. Reisa Broto Asmoro"

Post a Comment