Darah Manis, Bekas Luka Sulit Hilang Menurut Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP


Dr.dr. Aru W.Sudoyo
Jika darah tak mengenal kasta seperti istilah “darah biru”, begitu juga rasa. Ada istilah yang digunakan oleh masyarakat awam untuk menjuluki orang yang rentan mengalami gatal-gatal dengan sebutan “darah manis”. Orang berdarah manis ini juga katanya sangat diminati nyamuk-nyamuk nakal. Istilah "darah manis" ini sebenarnya kurang tepat. Menurut Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, sebutan paling tepat untuk penyakit gatal yang berkarakter seperti itu adalah prurigo. la menyerang hanya orang yang "berbakat". Ada anak yang sudah mulai terjangkit sejak berumur dua tahunan, ada pula yang baru kena pada umur lima tahun dan anak laki-laki lebih rentan daripada anak perempuan, meski belum jelas apa sebabnya.

"Penyakit ini bersifat warisan. Kalau ibu berbakat prurigo, sebagian anaknya akan mewarisinya. Kalau penyakitnya dibawa oleh kedua orangtua, semua anak akan terkena," papar dr. Aru.

Bakat Prurigo

Bakat pengidap prurigo lazimnya baru diketahui melalui pemeriksaan darah. Pada prurigo, sel darah putih jenis eosinophyl lebih banyak dan normal. Karena muncul sejak kecil, yang bisa dilakukan adalah mencegah agar penyakit itu tak sering muncul. Kalau telanjur menyerang, harus langsung diredam, agar tidak membekas di kulit. 

"Munculnya prurigo bermula dari bintil-bintil sebesar jarum pentul yang tak begitu tampak. Penderita baru tahu ada bintil alit (kecil) setelah merasakan sensasi gatal hebat, sehingga terdesak menggaruk dan terus menggaruk," ujarnya. 

Gatal-gatal itu biasanya muncul di kulit tungkai, lengan bawah, Kulit perut, pipi, dahi, dan bokong. Garukan sengit itu menimbulkan lecet, disusul kelainan kulit lanjutan. Kelainan ini yang menyisakan masalah. Pada kulit akan timbul semacam kerak, kulit berwarna lebih gelap, disusul infeksi berupa bisul-bisul alit. Setelah bisul sembuh, biasanya menyisakan bintik hitam yang tak lenyap sepanjang hayat. 




"Pencegahan paling gampang, ya jangan digigit nyamuk atau serangga. Selama tidur perlu berpakaian lengan dan celana panjang, atau tidur berkelambu," kata dr. Aru melanjutkan. 

Bila pergi ke kebun, berkemah, atau ke tempat yang banyak serangga, lindungi kulit dengan obat oles anti serangga. Bisa dipilih minyak serai, minyak kayu putih, atau obat gosok. Bila gatal datang juga, disarankan untuk menahan diri tidak menggaruk. Langsung oleskan minyak kayu putih atau pereda gatal lainnya. 

Selama tidur malam, untuk menghindari efek garukan tak sadar, biasakan memakai sarung tangan. Jadi kalau tangan menggaruk, kulit tak langsung tergores kuku. Jika prurigo sudah menyerang, perlu diberi obat oles (krim, bedak) golongan kortikosteroid. Bila prurigonya terancam infeksi, perlu ditambahkan antibiotik, supaya bisul tak tumbuh. Pada kasus prurigo hebat, pasien perlu minum obat penenang supaya bisa tidur lelap. 

"Prurigo harus segera dijinakkan, terlebih bila menimpa anak perempuan. Kalau sampai terinfeksi, akan membuat bekas luka di kulit" 


Harus telaten 

Prurigo adalah penyakit kulit yang ditandai gangguan kulit berbentuk papula dan nodul atau ukurannya bervariasi, berwarna kecokelatan hingga kehitaman (hiperpigmentasi), berlangsung lebih 6 minggu dan bersifat kambuhan. 

"Karena Prurigo bersifat residif (mudah kambuh), diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam mengobati penyakitnya," ungkap Dr. Aru. 

Penyakit ini tidak berbahaya, tapi membuat penderita merasa risih, tidak nyaman, bahkan tidak percaya diri. Ini dapat dimaklumi karena pada kulitnya timbul bentol-bentol kehitaman dan menebal, terutama di daerah anggota badan (ekstrimitas). Persoalan yang paling tidak disukai penderita adalah masalah kosmetik. Hiperpigmentasi atau bekas hitam kerap menjadi momok. 

"Pada usia anak-anak, bekas prurigo tidak perlu diobati dengan obat-obat anti hiperpigmentasi karena kulit anak masih dalam masa pertumbuhan. Biasanya akan pulih sedikit demi sedikit seiring bertambahnya usia," tambahnya. 

Pada orang dewasa, untuk meminimalisasi bekas hitam (hiperpigmentasi) sebaiknya berobat ke dokter spesialis kulit agar mendapat obat yang sesuai. Sekali lagi, perlu ketelatenan karena pengobatan itu perlu waktu lama, bisa berbulan-bulan. 

Konsumi Betakaroten

Menurut dr. Patna Komala Dewi, Sp.KK, M.Kes, bekas luka di kulit yang susah hilang disebabkan kondisi kulit yang kering. Kulit perlu minyak dan air, minyak berguna untuk melumas permukaan kulit sedangkan air untuk melembabkan melalui jalan darah. Jika air di dalam sel dijaga, kulit akan awet sehat. 

"Kondisi kurang kelembaban awalnya disebabkan oleh kurang gizi atau komposisi gizi tidak tepat, misalnya kurang vitamin A dan B. Juga karena kurang sinar matahari, kena efek bahan kimia pada kosmetik, serta sabun mandi yang tidak cocok," imbuhnya. 

Untuk mengatasinya, ia menyarankan konsumsi vitamin A dan E minimal selama 3 bulan, memperbanyak asupan buah dan sayur yang mengandung betakaroten, misalnya pisang, telur, asparagus, bawang putih, dan bawang bombai. Plus, minum air putih secukupnya dan sering. 

"Jus lidah buaya dicampur wortel, nanas, dan pepaya juga bagus," ujarnya. 

Untuk perawatan luar, bisa memakai sabun bebas paraben atau sabun mandi organik. Body lotion juga sebaiknya bebas paraben, berbahan dasar air, serta organik. 

"Yang perlu dihindari adalah minuman dan makanan manis, makanan dari terigu, gorengan, soft drink, dan alkohol," katanya lagi




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Darah Manis, Bekas Luka Sulit Hilang Menurut Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP"

Post a Comment