Anak Terserang Batuk? Minumlah Madu di Malam Hari Menurut dr. Ian M. Paul, M.D., M.Sc.

Batuk merupakan salah satu penyakit yang bisa dipastikan pernah dialami oleh semua orang. Jika orang dewasa saja merasa sangat terganggu ketika menderita batuk atau flu, apalagi bagi anak-anak. Bisa dipastikan batuk juga akan sangat mengganggu. Setiap orang tua pasti susah kalau melihat anaknya terbatuk-batuk, apalagi kalau ia juga sulit tidur akibat penyakit ini. Berbagai upayapun pasti segera dilakukan untuk membuat si kecil tetap nyaman dan cepat sembuh. Masalahnya sekarang, obat batuk khusus anak yang dijual di apotek kadang masih memiliki efek samping.


Pihak FDA dan American Academy of Pediatrics bahkan mengklaim kalau obat batuk anak yang dijual di toko obat tidak diperbolehkan untuk anak yang usianya di bawah 6 tahun. Oleh karenanya, beberapa orang tua kemudian lebih memilih bahan herbal alami untuk mengobati buah hatinya. Salah satu bahan herbal yang sering dipakai sebagai obat batuk anak adalah madu. Hal ini memang masuk akal, mengingat madu memiliki beragam manfaat penting untuk tubuh.

Madu telah dikenal sejak lama sebagai obat alami untuk hampir segala jenis penyakit karena khasiatnya yang tinggi seperti mengobati luka hingga menambah kesuburan pasutri. Kini sebuah studi menemukan manfaat baru dari madu yaitu meredakan batuk pada anak-anak. Menurut studi ini, satu sendok makan madu yang diberikan kepada anak-anak sebelum tidur akan membantu meredakan batuk yang dialaminya.

Dalam penelitian, sebanyak 270 anak usia 1 - 5 tahun yang menderita batuk pada malam hari diberi satu dari tiga jenis madu, yakni madu eucalyptus, madu citrus, dan madu labiatae, juga cairan dengan ekstrak madu. Mereka diminta meminum cairan tersebut 30 menit sebelum tidur. Sementara itu, para orangtua si anak diminta mengisi pertanyaan tentang perkembangan batuk anak-anak pada malam sebelum riset dimulai, dibandingkan dengan malam setelah riset selesai. Hasil riset menunjukkan, bahwa setelah anak-anak diberi madu, batuknya menjadi tidak terlalu sering terjadi dan tidak begitu parah serta lebih nyenyak tidur ketimbang yang tidak meminum madu. 
dr. Ian M. Paul, M.D., M.Sc

Menurut dr. Ian M. Paul, M.D., M.Sc., seorang dokter anak dari Pennsylvania State University di Hershey, batuk merupakan salah satu alasan mengapa anak-anak sering pergi ke dokter. Namun terapi untuk mengatasi gejala batuk dan pilek seringkali menimbulkan masalah seperti tidak begitu efektif atau bahkan tidak efektif sama sekali dan terkadang terapinya berpotensi memunculkan efek samping. Lagipula banyak obat batuk dan pilek yang dijual bebas tidak mencantumkan peringatan bagi anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Hal ini menyebabkan para orangtua cenderung memberi obat dengan dosis terlalu banyak atau anak-anak dibiarkan meminum obatnya sendiri tanpa bantuan atau pengawasan dari orangtua.

Dr. Paul juga menambahkan bahwa madu bisa membantu meredakan batuk pada anak-anak karena madu sangat kaya akan antioksidan yang bisa memberi semacam perlawanan terhadap infeksi apapun yang menyebabkan gejala pilek. 


Tidak diberikan pada Bayi

Walaupun madu memiliki berbagai manfaat dintaranya dapat meredakan batu anak. Namun dr. Paul memperingatkan agar orangtua tidak memberikan madu pada bayi. Hal ini juga diamini oleh Alan Rosenbloom, MD, dokter anak di Baldwin, New York. Alan mengatakan madu bisa menjadi bagian dari perawatan pilek yang diderita anak-anak. Namun, madu kurang sesuai untuk dikonsumsi anak-anak berusia di bawah satu tahun karena beresiko pada metabolismenya. 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Terserang Batuk? Minumlah Madu di Malam Hari Menurut dr. Ian M. Paul, M.D., M.Sc."

Post a Comment