Yuk, Buat Bayi Kita Cerdas Melalui Rangsangan Panca Indera Menurut dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K)

Masa emas (golden age), itulah sebutan bagi bayi usia 0-5 tahun. Di usia tersebut otak bayi sedang mengalami pertumbuhan, terlebih di 2 (dua) tahun pertama yang merupakan masa krusial. Bayi di usia tersebut harus diberikan asupan gizi, kasih sayang dan rangsangan (stimulasi) yang bersifat positif.

Menurut dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K), hal yang harus diperhatikan orang tua kepada anaknya selain gizi adalah memberikan kasih sayang dan rangsangan. Disamping itu penting bagi pertumbuhan kecerdasan anak, pemberian stimulasi dapat meningkatkan keterikatan emosional antara orangtua dan anak. Meskipun dilakukan hanya beberapa menit, tapi akan membuat ikatan emosi anak dan orang tua semakin baik.

Stimulasi dapat mengubah ukuran dan fungsi otak. Apabila diberikan pada 2 tahun pertama akan memberikan hasil yang sangat besar dalam meningkatkan kecedasan bayi. Pengulangan stimulasi akan membuat jaringan sinapsnya semakin kuat dan bertahan lama. Kurangnya stimulasi atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah gerak motorik yang kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, dapat merusak perhatian anak terhadap lingkungan.

Dwi Putro menambahkan, rangsangan semua aspek panca indera akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS merupakan pintu masuk dimana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak. RAS merupakan wiilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian.

Stimulasi yang diberikan yakni dengan merangsang cita rasa, daya rasa dan daya pendengaran. Untuk merangsang cita rasa, antara lain dengan memperkenalkan makanan atau minuman dengan rasa manis terlebih dahulu, lalu secara perlahan-lahan memperkenalkan rasa pahit, asam dan asin. Rangsangan panca indera di masa kecil juga akan menentukan sejauh mana bakat seseorang berkembang, sedangkan bakat meletakkan dasar bagi kecerdasan nak.

Merangsang daya rasa yakni dengan memijat bayi, membelai, memeluk dan mencium sehingga merasa disayangi dan tenteram. Merangsang daya pendengaran antara lain dengan membaca buku dongeng, menyanyikan lagu anak-anak serta memainkan permainan suara atau musik.

Contoh beberapa stimulasi :

  • Pengecap : Dapat dimulai dengan memberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan;
  • Penglihatan : Tunjukkan mainan yang dapat bergerak maju mundur, misalnya mobil-mobilan, mainan yang bisa dipegang seperti boneka atau bola warna-warni yang dapat dipantulkan. Mainan yang dapat digerakkan akan melatih respons mata bayii, misal mobil yang maju mundur akan memberi stimulasi penglihatan bayi mengenai jarak yang bisa menjauh dan mendekat. Bola yang dipantulkan dapat memberikan stimulasi tentang tinggi-rendah dan seterusnya.
  • Peraba : Stimulasi dapat dilakukan dari usia 0-12 bulan dengan ebrbagai cara, misal di usia 4 bulan ketika bayi mulai meraba-raba. Kita dapat meletakkan telapak tangannya di mulut, hidung, telinga atau di kepala kita agar bayi dapat mersakan kontur dan tekstur yang berbeda;
  • Penciuman : Bayi pada umumnya dapat mencium segala jenis aroma;
  • Pendengaran : Bayi sudah dapat mendengar sejak di dalam kandungan yakni pada usia kehamilan 16-20 minggu. Ajak bayi berbicara sejak ia lahir. Gunakan aktivitas sehari-hari sebagai topik pembicaraan, hal tersebut akan merangsang indera pendengaran.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Yuk, Buat Bayi Kita Cerdas Melalui Rangsangan Panca Indera Menurut dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K)"

Post a Comment