Mengapa Anak Susah Makan. Menurut dr. Nita Ratna Dewanti, SpA

Sebagai orang tua, kamu bingung melihat si kecil sulit makan, sedangkan dia sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan gizi makanan yang cukup. Jika kondisi itu dibiarkan berlarut-larut, maka dikhawatirkan status gizi anak menjadi rendah (malnutrisi) sehingga proses tumbuh kembangnya menjadi tidak optimal.

Masalah sulit makan yang dihadapi para orang bayi dan balita disebabkan beragam penolakan seperti tidak mau makan, makan sedikit, makan lama, memilih makanan (picky eater) dan lainnya. Penyebabnya beragam mulai dari belum merasa lapar, sakit, atau berada pada lingkungan tidak nyaman.

Menurut dr. Nita Ratna Dewanti, SpA, kesulitan makan pada anak disebabkan ketidakmampuan anak atau bayi mengonsumsi makanan yang diperlukan secara alamiah dan wajar. Dengan mulut secara sukarela, anak hanya mampu menghabiskan kurang 2/3 dari jumlah makanannya sehingga kebutuhan nutrient bisa tidak terpenuhi.

Terkadang orang tua atau pengasuh merespon masalah ini dengan rasa cemas berlebihan, mengancam, tidak sabar, bahkan menghukum anak. Anak lantas merasa makan bukan untuk kebutuhan dirinya, namun untuk kebutuhan orang tuanya sehingga bentuk perlawanan ditunjukkan dengan cara penolakan kepada orang tua atau pengasuhnya.

Lebih lanjut dr. Nita mengatakan sebagai orang tua harus jeli melihat penyebab perilaku sulit makan pada anak, memperbaiki perilaku makan yang salah dalam rumah, serta menyediakan variasi makanan yang menarik bagi anak.

Menurut Dra. Niniek A. Bawani, seorang psikolog, terdapat beberapa kendala sulit makan pada tahapan usia yang berbeda. Pada bayi umur 6 bulan (sudah mendapatkan makanan tambahan), si kecil bisa menyembur, melepeh makanannya atau menolak makanannya. Pada batita biasanya yang dilakukan adalah mengemut atau tidak mau menelan makanannya.

Dra. Niniek menambahkan, kerjasama yang baik antara orang tua, pengasuh dan dokter anak diperlukan dalam menelusuri penyebab perilaku sulit makan pada anak, misalnya pola menyembur atau melepeh makanan pada bayi mungkin terjadi karena pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang terlalu cepat atau bisa juga terlambat.

Variasi makanan, cita rasa dan tampilannya juga memegang peranan enting dalam memberi makanan pada anak. Jenis makanan yang itu-itu saja dan tampilan makanan yang membosankan akan menurunkan semangat anak untuk makan. Oleh karena itu disarankan agar pemberian jadwal makanan harus konstan dan berkesinambungan untuk membentuk kedisiplinan anak. Sebagai orang tua juga harus memberikan contoh cara makan yang baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Anak Susah Makan. Menurut dr. Nita Ratna Dewanti, SpA"

Post a Comment