Gadis Kecilku Tomboy. Menurut Psikolog Nessi Purnomo, Psi

Ada sebuah kasus, orang tua yang memiliki anak perempuan bernama Mawar (nama samaran), dari segi penampilan luar Mawar memang jauh dari kesan anak perempuan pada umumnya. Rambut cepak, jalan tegap, dan selalu memakai setelan celana pendek serta kaos oblong daripada memakai rok dan gaun.

Mawar tahu dirinya seorang perempuan, walau sering menerima ejekan dari teman-temannya yang menganggap dia laki-laki, tapi Mawar selalu berkeras dirinya adalah perempuan. Dari segi perasaan, ibunda Mawar yakin Mawar adalah gadis asli, namun ada ketakutan bahwa Mawar akan menjadi tomboy sampai besar nanti. Apa yang harus dilakukan orang tua dengan anak tomboy seperti Mawar?

Kenapa Tomboy

Menurut psikolog anak Nessi Purnomo, Psi, anak perempuan yang memiliki perilaku kelaki-lakian alias tomboy bukan hal langka dan sudah ada sejak lama. Tomboy berasal dari kata Tom yang artinya Boy (anak laki-laki), artinya kosakata tersebut diidentikkan dengan perempuan yang memiliki sikap dan tingkah laku menyerupai laki-laki. Mulai dari gaya pakaiannya, bicaranya, dandanannya, hobinya, sampai ke tingkah laku sehari-harinya.

Ada anggapan bahwa anak perempuan yang menjadi tomboy disebabkan karena keinginan orang tuanya yang mengharapkan anak laki-laki, namun Nessi membantah hal tersebut. Keinginan orangtua semasa hamil tidak ada hubungannya dengan sifat tomboy anak. Namun permasalahannya adalah terkadang orang tua tidak menyadari adanya imbas dari hasrat yang besar akan hadirnya anak laki-laki, mereka bisa saja mendidik anak perempuan tersebut seperti mendidik seorang anak laki-laki, karena mereka tetap menginginkan seorang anak laki-laki. Nah, pola asuh yang salah tersebutlah yang memungkinkan anak perempuan tersebut menjadi pribadi yang tomboy.

Ok, mungkin kamu masih bertanya, mengapa sih masih saja tomboy padahal kamu tidak merasa memperlakukannya seperti anak laki-laki. Menurut Nessi, sifat tomboy anak bisa dipengaruhi oleh lingkungan di keluarganya, misalnya dia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarganya, dari situlah dia belajar bersikap dan berbicara karena seorang anak itu belajar dari apa yang dilihat dan didengar. Ketika mereka memiliki saudara laki-laki, anak akan belajar dan mencontoh saudara-saudaranya. Pada akhirnya akan membuatnya berpakaian dan berkelakuan seperti laki-laki.

Sosok seorang ibu juga berpengaruh dalam membentuk anak tomboy. Seorang anak perempuan belajar menjadi perempuan dari ibunya. Bila si anak melihat ibunya sering mengerjakan persoalan rumah tangga yang biasa dikerjakan laki-laki, semisal membetulkan genteng bocor, maka si anak berpikir untuk bisa seperti ibunya.

Jadi Kenapa?

Anak perempuan yang tomboy bukan berarti dia memiliki kelainan. Penjelasanya karena hampir di lingkungan masyarakat tertentu, terdapat daftar yang berisi gambaran yang jelas mengenai beda anak laki-laki dan perempuan, termasuk mencakup peran masing-masing. Umumnya, dalam daftar tersebut tergambar bahwa anak perempuan seharusnya lemah lembut, tidak memanjat pohon atau harus bermain boneka. Nah, bila dia melakukan yang sebaliknya maka si anak akan diejek dan dicap tomboy.

Jangan Dilawan

Nessi menjelaskan strategi untuk menyiasati gaya berpakaian gadis cilik tomboy adalah dengan membiarkan dia berpakaian sesuai kesukaannya. Mungkin karena kebiasaan ataupun rasa nyamannya dia memakai celana dan bukannya rok. Lalu bagaimana dengan halnya dengan kebiasaannya memanjat pohon atau bermain bola? Jika itu yang terjadi maka biarkan saja seperti itu. Orang tua tidak perlu membatasi gerak dan kesukaannya. Perilaku seperti itu tidak ada hubungannya dengan kemungkinan gadis kecil itu 'berubah' menjadi laki-laki, itu hany berkaitan dengan rasa tertarik si kecil untuk mengetahui lebih banyak mengenai apa yang terjadi di sekelilingnya.

Perilaku tomboy belum tentu juga menjurus pada perilaku penyimpangan seksual seperti lesbian. Kita tidak boleh langsung mencap bahwa perempuan yang berperilaku tomboy pasti akan menjadi lesbian. Pada prinsipnya ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya perilaku penyimpangan seksual tersebut, bukan hanya terletak pada penampilan semata-mata.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gadis Kecilku Tomboy. Menurut Psikolog Nessi Purnomo, Psi"

Post a Comment