Diare dan Cara Mengatasinya Menurut Prof. Dr. dr. Marcellus Simadibrata K, SpPD-KGEH.FINASIM

Siapa yang tidak pernah mengalami diare? Barangkali kita semua pernah merasakannya. Ada yang mengalami dalam jangka waktu sehari, 2 hari atau bisa lebih. Biasanya keluhan itu akan hilang dengan sendirinya, baik dengan pengobatan ataupun tidak, tergantung penyebabnya. 


Kenali Gejalanya

Menurut Prof. Dr. dr. Marcellus Simadibrata K, SpPD-KGEH.FINASIM, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui apakah diare yang dialami merupakan penyakit ringan atau masalah serius. Diare yang hanya berlangsung beberapa hari dan hilang dengan perubahan pola makan dan istirahat, biasanya bukan masalah serius. Namun, bila berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan gejala yang lain bisa jadi merupakan masalah serius.

Salah satu masalah serius berkaitan dengan diare adalah dehidrasi (kekurangan cairan), kondisi tersebut jika dibiarkan bisa mengakibatkan shock atau gangguan ginjal. Tanda dehidrasi diantaranya, warna urin yang berubah, tidak lagi kuning cerah melainkan menjadi kuning tua dan jumlahnya juga berkurang. Orang yang mengalami dehidrasi, denyut jantungnya juga meningkat. Selain itu, juga dapat menyebabkan sakit kepala, kulit penderita juga akan terlihat kering dan penderita menjadi gelisah dan terlihat kebingungan.

Penyebab Diare

Ada beberapa kemungkinan penyebab diare diantaranya :
  1. Pola makan yang buruk;
  2. Gangguan penyerapan makanan pada lambung;
  3. Proses infeksi, baik oleh bakteri maupun virus;
  4. Alergi makanan;
  5. Mengonsumsi bahan makanan yang mengganggu proses pencernaan, misal makanan terlalu pedas atau terlalu asam;
  6. Adanya penyakit pada saluran cerna, misal penyakit Crohn atau kolitis ulseratif;
  7. Akibat obat-obatan tertentu;
  8. Penggunaan alkohol yang berlebihan.

Gejala Diare

Gejala diare tanpa komplikasi dan biasanya dianggap sebagai diare biasa, diantaranya :
  1. Keluhan tidak nyaman dan nyeri pada perut;
  2. Tinja yang lembek atau berair;
  3. Keinginan BAB yang sulit ditahan dan dirasakan berulang;
  4. Mual dan terkadang muntah.
Sedangkan gejala diare yang dianggap serius, atau dianggap sebagai diare dengan komplikasi diantaranya :
  1. Terdapat darah atau lendir pada kotoran;
  2. Terjadi penurunan berat badan;
  3. Terjadi demam yang berkepanjangan;
  4. Tinja berwarna kehitaman;
  5. Mengatasi Diare;
  6. Diare yang disertai dengan tanda-tanda dehidrasi.

Mengatasi Diare

Untuk mengatasi diare ada bebrapa hal yang dapat dilakukan sebelum berkonsultasi dengan dokter. Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya :
  1. Minum air putih, air mineral atau cairan yang mengandung elektrolit sebanyak mungkin;
  2. Hindari makanan yang dapat mengakibatkan diare, misal produk susu atau hasil olahan susu;
  3. Hindari konsumsi alkohol, kafein atau minuman bersoda;
  4. Jika sangat mengganggu, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu dalam beberapa waktu. 

Diare pada Anak

Diare yang terjadi pada anak juga bisa mengakibatkan masalah yang tidak sepele. Karena dapat mengakibatkan dehidrasi dengan cepat, mengakibatkan gangguan fungsi organ, hingga kematian. Segera berkonsultasi dengan dokter jika diare terus berlanjut dalam waktu 12 hingga 24 jam atau lebih, atau juga terdapat gejala terjadinya dehidrasi, diantaranya :
  1. Popok, atau diaper tidak basah dalam 3 jam atau lebih, artinya bayi tersebut tidak BAK dalam waktu lama;
  2. Suhu tubuh meningkat;
  3. Tidur anak tidak seperti biasanya, terlihat lemas, selalu mengantuk, tidak respon  terhadap rangsang dan anak menjadi rewel;
  4. Terlihat cekung pada kulit di daerah perut, mata dan pipi;
  5. Saat kulit ditekan tidak lagi elastis, menjadi cekung dan tidak cepat kembali dalam bentuk semula;
  6. Selain tanda dehidrasi tersebut, anak juga harus segera dibawa ke dokter jika tinja yang keluar mengandung darah atau berwarna kehitaman.

Penanganan diare pada anak adalah dengan pemberian cairan yang cukup. Bayi yang mengalami diare, sebaiknya ASI tetap diteruskan kecuali jika dicurigai sumber penyebab diare ada pada ASI. Sedangkan pada anak yang sudah besar, sebaiknya diberikan minum yang banyak atau oralit. Pemberian obat-obatan sebaiknya atas indikasi dokter. Jangan pernah memberikan obat diare untuk dewasa pada anak-anak, karena bisa mengakibatkan masalah pencernaan.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diare dan Cara Mengatasinya Menurut Prof. Dr. dr. Marcellus Simadibrata K, SpPD-KGEH.FINASIM"

Post a Comment