Cara Menangani Luka Bakar Menurut dr. Yefta Moenadjat, Sp.BP (K)

Kamu pernah mengalami luka bakar? Sebaiknya jangan gegabah mengatasi luka akibat terkena api atau benda panas. Luka bakar ada yang ringan, sedang dan berat, lalu, bagaimana cara menanganinya? Berikut panduan yang dijelaskan oleh dr. Yefta Moenadjat, Sp.BP (K).

Luka Bakar Ringan/Sedang

Yang Perlu dilakukan :
  1. Turunkan suhu di area yang terbakar, gunakanlah air suhu ruangan misalnya air keran, air bak di kamar madi atau air mineral. Siram atau rendam daerah yang terkena dengan air tersebut selama 10-15 menit;
  2. Selanjutnya bersihkan luka dengan sabun mandi bayi yang berbentuk batang untuk menjaga kebersihan yang diperlukan dalam mencegah terjadinya infeksi. Tidak dianjurkan menggunakan sabun cair karena partikel mikro sabun cair dapat masuk ke pori-pori yang menghambat proses penyembuhan luka;
  3. Pada luka yang belum timbul lepuh dapat diberikan pelembab berupa krim yang berbahan dasar air (water based) dan tidak mengandung bahan kosmetik. Krim ini umumnya tersedia di rumah tangga, misalnya baby cream (Ingat! Tidak dapat digantikan dengan lotion atau minyak). Oles krim secara merata kemudian tutup dengan kasa steril cukup tebal dan balut menggunakan kasa gulung dengan sedikit tekanan;
Jika Telah Melepuh :
  1. Cairan lepuh dikeluarkan dengan cara menusuk kulit lepuh menggunakan alat yang steril (bisa menggunakan jarum suntik atau pisah bedah sekali pakai). Setelah lepuh mengempis, kulitnya tetap dipertahankan sebagai penutup luka (pelindung biologik);
  2. Cuci area tersebut dengan sabun bayi (batangan), bersihkan kemudian letakkan tulle yang bersifat watery (water based) diatasnya. Hindari penggunaan tulle yang mengandung paraffin (patroleum based) karena akan mengganggu proses penyembuhan luka;
  3. Letakkan kasa tebal di tulle tersebut, lalu balut dengan perban gulung atau perban elstik yang sedikit memberi tekanan agar lepuh tidak berulang. Bila tidak diberi tekanan (kasa cukup tebal) cairan lepuh akan kembali terkumpul.
  4. Apabila luka bakar yang dialami serius, seperti luka bakar yang dialami oleh korban ledakan gas elpiji, maka yang harus dilakukan adalah Buka baju korban, kemudian lepaskan cincin, jam, atau barang apapun yang melekat pada diri korban dan terakhir selimuti tubuh korban dengan selimut bersih;
Hal yang Dilarang
Jangan memakai air es atau es batu atau mencemplungkan diri ke dalam bak mandi, karena perubahan suhu yang tiba-tiba (antara panas dan dingin) akan memperdalam luka bakar;


Luka Bakar Berat

Luka bakar yang melibatkan area wajah, hidung, mulut yang merupakan area jalan nafas harus dianggap luka bakar berat karena menyebabkan cedera jalan nafas yang menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Luka bakar di daerah dada juga harus mendapat perhatian awal karena kerusakan pada daerah tersebut menyebabkan keterbatasan gerak otot-otot dinding dada dan menyebabkan gangguan mekanisme bernafas.

Luka bakar luas (lebih dari 25% luas permukaan tubuh) berisiko menimbulkan syok. Saat terjadi luka bakar, cairan yang terdapat di pembuluh darah (intravaskuler) keluar ke jaringan dan menimbulkan penimbunan cairan di jaringan (pembengkakan) dan kekurangan cairan intravaskuler yang mutlak diperlukan untuk sirkuasi, hal ini mengakibatkan jaringan tidak memperoleh oksigen (syok). Bawa korban ke ruangan terbuka agar korban mendapatkan oksigen dan segera larikan ke Rumah Sakit.

Yang Perlu Dilakukan
  1. Untuk penderita luka bakar luas harus dinilai sebagai luka bakar berat, apakah pasien masih sadar atau tidak. Pada korban mamsih sadar harus segera diberi air minum yang banyak untuk menjaga keseimbangan cairan. Terganggunya keseimbangan cairan tubuh mengakibatkan manifestasi klinis syok timbul dan bersifat fatal;
  2. Tutuplah luka dengan kain bersih dan kering, selanjutnya segera bawa ke RS, perlu diingat untuk kasus luka bakar luas dan berat ini ditangani secara ‘kering’. Artinya luka bakar tidak boleh diberi apa-apa hanya ditutup dengan kain bersih yang kering. Perawatan luka secara lembab/basah akan menyebabkan suhu tubuh turun (hypotermia) dan hal ini sangat membahayakan jiwa.
  3. Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan pada luka bakar berat. Hal ini untuk menunjang tatalaksana, mengingat luka bakar berat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih berat dan gangguan keseimbangan metabolisme tubuh yang berat. Hal ini harus dikenali sehingga bisa diatasi secepat mungkin. Pemeriksaan yang dapat dilakukan : Hemoglobin, hematokrit, elektrolit, gula darah, golongan darah, kadar COHb dan kadar sianida (pada luka bakar akibat kebakaran di ruangan)
Hal yang Dilarang
  1. Untuk penderita yang tidak sadar, jangan diberi minum karena bahaya aspirasi (tersedak);
  2. Siaga Rumah Sakit;
Penderita perlu dirujuk ke unit luka bakar Rumah Sakit jika dalam kondisi berikut
  • Mengalami luka bakar yang mencederai saluran pernapasan;
  • Disebabkan cairan kimia dan aliran listrik
  • Dialami bayi berusia kurang dari 12 bulan
  • Semua luka bakar yang mengenai wajah, mata, telapak tangan, kaki, genetalia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menangani Luka Bakar Menurut dr. Yefta Moenadjat, Sp.BP (K)"

Post a Comment