Alat Kontrasepsi Pria Teraman Menurut dr. Ferriyal Loetan, ASC & T, SpRM, Mkes-MMR

Selama ini, seolah-olah kaum wanitalah yang mempunyai tanggung jawab menggunakan alat kontrasepsi. Padahal sob, kaum adam pun punya andil dalam melakukan usaha pencegahan kehamilan tersebut. Apalagi, saat sang istri tidak lagi efektif atau menghentikan penggunaan alat kontrasepsinya karena beberapa alasan.

Di dalam rumah tangga, perencanaan dalam pengaturan jumlah anak sangatlah penting. Oleh sebab itu, dikenalkanlah alat untuk mencegah terjadinya kehamilan atau pertumbuhan janin yang disebut alat kontrasepsi dan alat ini umumnya digunakan oleh kaum hawa.

Androlog dr. Ferriyal Loetan, ASC & T, SpRM, Mkes-MMR, memaparkan bahwa berdasarkan sejarah, sebenarnya alat kontrasepsi pertama dikenal dalam peradaban manusia yaitu pada zaman Romawi, dan digunakan oleh seorang pria guna mencegah terjadinya kehamilan dan penyakit kelamin menular. Alat kontrasepsi berupa sarung atau kondom saat itu masih menggunakan tata laksana dan pembuatan yang masih kasar, yaitu terbuat dari kulit binatang (sapi, kerbau atau babi) yang dikeringkan. Meskipun tidak sebanyak alat kontrasepsi pada perempuan, seiring berkembangnya jaman alat kontrasepsi pria mengalami perkembangan dengan berbagai pilihan. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kaum adam saat ini untuk menolak berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kehamilan dengan alat kontrasepsi pria sob. Apalagi, saat sang istri tidak lagi efektif atau harus menghentikan penggunaan alat kontrasepsinya karena beberapa alasan.

Kontrasepsi Efektif

Kontrasepsi sangat berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dalam pengaturan jarak kehamilan dan juga membantu perencanaan  dalam mengatur jumlah anak. Tidak hanya sang istri, sang suami pun memiliki tanggung jawab yang sama. Ada beberapa pilihan dari alat kontrasepsi untuk pria yang telah dikembangkan. Namun, menurut dr. Feriyyal, hanya ada 2 yang paling efektif.

1. Kondom


Kondom adalah alat kontrasepsi yang paling populer bagi pria. Bentuknya tipis mirip penis dan terbuat dari campuran latex dan silicon. Kondom bekerja dengan cara menahan sperma yang keluar dari penis. Kondom memiliki tingkat efektifitas tinggi hingga 88-97%. Namun, kondom tetap saja memiliki kemungkinan gagal, dan seringnya dipengaruhi oleh kesalahan teknis.

Kondom telah dikenal sejak lama sebagai satu-satunya kontrasepsi yang selain dapat mencegah kehamilan juga dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang aman, murah, mudah tersedia, mudah digunakan dan tidak mempengaruhi kesuburan. Bagi orang yang mempunyai alergi terdapat kondom yang terbuat dari bahan latex atau dari bahan polyurethane.

2. Vasektomi atau Steril

Vasektomi

Vasektomi atau steril adalah alat kontrasepsi permanent bagi pria. Vasektomi merupakan cara yang cepat, sederhana, nyaman dan sangat efektif dalam hal sterilisasi secara permanen. Vasektomi dilakukan dengan cara memotong saluran yang berfungsi untuk mengalirkan sperma (saluran vas deferens) agar sperma tidak mengalir ke penis. Sedangkan bagian lainnya seperti testis dan penis tidak akan terpengaruh sehingga tidak akan mengganggu gairah seksual dan proses ejakulasi. Pria yang sudah tidak mau lagi mempunyai anak dapat memilih cara ini, tetapi jenis kontrasepsi ini memiliki beberapa syarat, yaitu minimal telah mempunyai 2 orang anak (laki-laki dan perempuan) yang sudah besar dan lain-lain.

Keefektifan vasektomi mencapai 100%, lebih tinggi dibandingkan alat kontrasepsi lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan kontrasepsi dengan cara ini juga mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut kadang terjadi diakibatkan saluran sperma yang telah diputus dapat tersambung kembali karena proses regenerasi sempurna, dan semua itu di luar kendali manusia.

3. Tissue Basah dengan Spermatisid

Merupakan sebuah tissue (semacam gel yang dikeringkan) basah mengandung cairan pembunuh sperma, yang digunakan dengan cara memasukannya pada vagina yang kemudian akan hancur menjadi cairan, sehingga saat sperma masuk akan terbunuh. Sedangkan efektifitasnya adalah sangat efektif, bahkan kontrasepsi jenis ini praktis dan mudah digunakan serta tidak ada efek samping. Tetapi, saat ini sudah tidak lagi berkembang karena takut akan disalah gunakan, mengingat mudahnya cara penggunaannya.

Kontrasepsi Hormonal

Selain kontrasepsi di atas, sebenarnya masih terdapat beberapa alat kontrasepsi pria lain yang sudah tersedia ataupun yang masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, khususnya alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, implan hormon, suntik, RISUG dan lainnya.

Dikatakan Feriyyal, ketimbang kondom atau vasektomi, jenis alat kontrasepsi hormonal masih belum efektif untuk digunakan. Memang di beberapa negara seperti India, kontrasepsi hormonal pria pernah diujikan. Meskipun demikian, tetap saja kurang optimal, malahan kontrasepsi jenis hormonal dikhawatirkan dapat mengganggu kestabilan hormon testosteron pada pria, sehingga mengganggu kemampuan seksualnya, seperti membuat tidak subur sperma, mempengaruhi alat kelamin dan fungsi seksual. Oleh karena itu sob, kita harus lebih pintar dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat untuk digunakan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alat Kontrasepsi Pria Teraman Menurut dr. Ferriyal Loetan, ASC & T, SpRM, Mkes-MMR"

Post a Comment