Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap? Menurut dr. Yeyen Yovita M, SpKK, MKes

Pada umumnya selama kehamilan, wanita akan mengalami perubahan hormonal dan salah satunya meningkatnya hormon progesteron (hormon yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan) dan estrogen (hormon seks wanita) yang dapat mempengaruhi kondisi kulit. Dari sinilah wanita yang sedang hamil mempunyai gangguan yang menjadi "musuh" kulit. Namun, sobat yang sedang hamil tidak perlu khawatir, karena biasanya gangguan tersebut akan perlahan menghilang seiring dengan kondisi hormonal yang kembali normal, walaupun tidak langsung hilang setelah persalinan. Menurut dr. Yeyen Yovita M, SpKK, MKes., ada beberapa gangguan kulit yang dialami oleh wanita selama kehamilan, apa saja itu? dan bagaimana penanganannya?

1. Jerawat

Pada umumnya jerawat muncul pada wanita wanita kehamilan di masa periode trimester pertama.
 
Langkah Perawatan :
Jerawat
  • Mengetahui dan upayakan menghindari pencetus jerawat itu sendiri seperti stres, makanan, sinar matahari, kosmetik tertentu atau faktor lainnya;
  • Menggunakan sabun Khusus untuk jenis kulit berminyak atau sabun lembut (mild) yang tidak mengandung banyak deterjen dan antiseptik karena dikhawatirkan membuat kulit mengelupas. Untuk perawatan sehari-hari, cucilah muka dengan sabun yang lembut dan hindari mencuci muka lebih dari 3 kali sehari karena akan membuat kondisi kulit menjadi kering;
  • Menghindari pelembab berbasis minyak  karena pada umumnya membuat kondisi kulit wajah jadi lebih berminyak, padahal kelebihan minyak di wajah dapat menjadi pemicu munculnya jerawat;
  • Memilih obat jerawat yang aman dengan terlebih dahulu mengkonsultasikan dengan ahlinya, karena ada beberapa bahan obat jerawat yang dapat membahayakan janin, merkuri, retinoin, dan steroid.
  • Melakukan facial yang bertujuan mengeluarkan komedo (jerawat yang tidak meradang). Facial juga dapat diikuti dengan tindakan masker wajah asal menggunakan bahan-bahan yang aman atau masker tradiosional. Hindari facial dengan bahan-bahan kimia yang mengandung hidrokuinon;
  • Melakukan Peeling yakni salah satu tindakan pengelupasan kulit dengan cara mengoleskan bahan-bahan kimiawi tertentu diantaranya Glycolic Acid (GA) dengan konsentrasi tertentu. Peeling dapat dilakukan pada wanita hamil dengan indikasi medis yang jelas setelah berkonsultasi dengan ahlinya.

2. Flek Hitam

Flek Hitam
Pada umumnya flek hitam muncul di trimester kedua, namun ada pula yang di trimester pertama. Flek hitam dikenal pula dengan nama hiperpigmentasi, flek hitam ini dapat muncul di wilayah sekitar pipi, ada pula yang di wilayah puting. Selain itu, ada yang berupa garis kecokelatan di perut yang memanjang dari pusar hingga ke atas organ intim, dan ini dikenal dengan nama linea ligra. Flek hitam secara perlahan akan memudar setelah persalinan bila penyebabnya adalah perubahan hormonal pada kehamilan.
 
Langkah Perawatan :
  • Menggunakan pelindung apabila bepergian keluar rumah seperti payung atau topi, dan juga menggunakan sun block (tabir surya). Walaupun tabir surya tidak melindungi kulit selama 24 jam, maka penggunaannya pun harus dioles ulang sedikitnya setiap 2 jam sekali dengan cara mengoleskan tabir surya 30 menit sebelum keluar rumah dan mengoleskan pun jangan terlalu tipis. Bila kulit berminyak, pilih tabir surya yang bebas minyak dan untuk kulit kering gunakanlah tabir surya dalam bentuk krim;
  • Memilih tabir surya sesuai kebutuhan karena semakin tinggi SPF bukan berarti semakin baik. Pilihlah SPF yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk aktifitas di dalam ruangan cukup menggunakan SPF 15. Untuk Aktifitas luar ruangan dapat menggunakan SPF 30.

3. Stretch Marks

Stretch Marks
Stretch Marks muncul karena ada peregangan pada kulit. Sepanjang kehamilan beberapa bagian tubuh akan membesar seperti paha, lengan, payudara dan perut. Tak heran, di sekitar wilayah tersebut kerap terjadi peregangan. Setelah persalinan, umumnya kulit akan kembali normal selama memiliki elastisitas yang baik. Kalaupun tidak kembali normal, maka dapat dilakukan koreksi, Syaratnya kulit yang meregang masih berwarna kemerahan, namun bila sudah berubah menjadi garis-garis putih biasanya koreksi yang dilakukan tak membuahkan hasil maksimal.
 
Langkah Perawatan :
  • Mengoleskan krim khusus untuk stretch marks semenjak awal kehamilan. Saat ini awal di pasaran banyak tersedia krim untuk mencegah stretch marks. Konsultasikan pada dokter untuk memperoleh krim yang tepat. Minyak dari tumbuhan yang aman bagi kulit juga dapat menjaga elastisitas kulit demi menajaga terjadinya stretchmark akibat peregangan;
  • Memperbanyak mengkonsumsi air putih, sayuran dan buah, terutama yang banyak mengandung vitamin E untuk menjaga elastisitas kulit. Konsultasikan dengan ahlinya untuk dosis suplemen vitamin jika perlu;
  • Untuk menghindari gatal jangan menggaruk kulit akan tetapi jagalah kelembaban kulit dan manfaatkan baju berbahan katun agar keringat dapat terserap dengan baik.

4. Gatal-gatal

Gatal-gatal
Merasakan gatal-gatal di sekitar perut, pusar dan payudara selama kehamilan adalah hal yang wajar, dan bila diamati, rasa gatal di perut muncul seiring bertambahnya besarnya ukuran perut. Rasa gatal muncul karena kulit meregang dan kondisi kulit yang menjadi lebih kering.
 
Langkah Perawatan :
  • Mengoleskan moisturizer di sekitar perut atau paha segera setelah mandi guna menambah kelembaban kulit untuk mengurangi munculnya rasa gatal;
  • Memakai pakaian yang berbahan katun yang mampu menyerap keringat secara optimal;
  • Memanfaatkan pendingin ruangan untuk menghindari keringat yang berlebihan atau mandi dengan menggunakan sabun mandi yang mempunyai kadar pelembab tinggi. Namun, hindari juga terlalu lama berada dalam ruangan ber-AC, karena hal itu dapat mengeringkan kulit sehingga memicu timbulnya rasa gatal. Dengan kondisi kulit yang terhidrasi dengan baik dan segar, niscaya kulit dapat terhindar dari gatal-gatal

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap? Menurut dr. Yeyen Yovita M, SpKK, MKes"

Post a Comment