Selamat Jalan BAU KAKI. Menurut dr. Retno Indrastiti, SpKK

Semerbak aroma yang tak diharapkan, itulah aroma bau kaki.. Masalah bau kaki terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang selalu menjaga penampilan, penampilan atas beken penampilan bawah malah melarat. Entah muka ingin ditaruh dimana ketika membuka sepatu tiba-tiba tercium bau tak sedap dari kaki sob. Padahal kaki adalah alat yang dapat mengantarkan kita kemana saja.  Mengapa bisa terjadi? Lalu apa penyebab bau kaki ini? dan bagaimana mengatasinya?

ULAH JAMUR DAN BAKTERI

Selain bau badan, bau kaki adalah momok yang ingin dihindari semua orang (lebay ya..). Bau kaki bisa disebabkan beberapa hal, menurut dr. Retno Indrastiti, SpKK, bau ini bisa disebabkan kelainan pada kuku atau kelainan pada kulit. Kelainan-kelainan pada kuku yang sering dijumpai adalah akibat jamur, sedangkan pada kulit bisa karena jamur maupun bakteri.

Sebenarnya pada setiap kaki terdapat bakteri yang normal dan tidak menyebabkan bau. Tetapi ketika bakteri tersebut berinteraksi dengan bahan dari kaus kaki, sepatu ataupun pelembab kaki maka akan muncul bau yang tidak sedap. Hal itu karena bakteri tidak mendapatkan oksigen, sehingga mengeluarkan bau akibat reaksinya dengan kaus kaki, sepatu maupun pelembab kaki (nah lho, jadi yang salah bakteri atau kaos kakinya nih?)

Lebih lanjut dr. Retno mengatakan penyebab utama bau kaki dari kulit adalah keringat. Kulit telapak kaki adalah daerah yang paling produktif pengeluaran keringatnya. Keringat sendiri sebenarnya hanya terdiri dari air dan garam dan tidak menimbulkan bau, tetapi karena ada bakteri dipermukaan kulit, ia memakan keringat dan menghasilkan kotoran yang berbau menyengat, dan semakin banyak jumlah keringat, maka akan semakin  menyengat bau yang bisa dihasilkan.

Brevibacteria
Di permukaan kulit dijumpai bakteri Brevibacteria, yang menyebabkan bau karena memakan kulit ari dan merubah amino acid methionine menjadi methanethiol yang mempunyai bau sulfur, bakteri propionibakteria mengubah asam amino menjadi propionic acid dan bakteri staphyloccocus epidimidis menghasilkan isovaleric acid. Selain bakteri yang sudah ada di permukaan kulit ada juga bakteri dan jamur yang tumbuh karena higienis yang kurang atau imunitas yang kurang. Pada infeksi bakteri akan dirasakan nyeri, bengkak, merah, dan panas, tetapi bila karena jamur akan terasa gatal.

Jamur kuku, kebanyakan dialami oleh mereka yang usia lanjut. Jamur ini mudah tumbuh pada kuku kaki yang lembab dengan kebersihan yang kurang. Biasanya juga dijumpai bersama bakteri. Jamur akan memakan protein kuku dan menyebabkan bau tak enak. Tanda-tanda kuku yang terkena jamur adalah menebal, berwarna menjadi putih, coklat, kuning kusam. Kadang-kadang kukunya bisa sampai habis.


DIPICU KEBIASAAN SALAH

Selain jamur penyebab dari bau kaki adalah pemotongan kuku yang salah dan mengakibatkan ingrown nail atau kuku menancap pada kulit jempol kaki yang berakibat infeksi dan berbau busuk (yaelah, cantengan!). Selain itu ada manifestasi yang timbul adalah rasa nyeri dan bengkak. Bila tidak segera diobati dapat menyebabkan akumulasi cairan jaringan atau nanah yang banyak sehingga timbul bau yang tidak sedap.

Penyebab bau kaki lainnya juga bisa disebabkan kesalahan memilih penutup kaki, yang akhirnya membuat kaki mudah berkeringat. Untuk itu dr. Retno menegaskan kulit kaki yang selalu basah oleh peluh mengundang kuman-kuman tertentu dan dapat memproduksi bau yang tidak nyaman. Selain itu penyakit jamur juga dapat tumbuh di sela-sela  jempol sehingga kaki juga dapat menimbulkan efek bau tidak nyaman pada kaki. Terakhir, pola makan. Pola makan yang tidak seimbang ternyata dapat mempengaruhi bau pada kaki. Makanan pedas dan yang tinggi kalori dapat membuat tubuh dan kaki menjadi mudah berkeringat.


CEGAH BAU KAKI

Dr. Retno membagikan tips-tips yang bisa dicoba untuk menghindari bau kaki sob. Berikut diantaranya :
  1. Periksa kuku dan telapak kaki secara berkala untuk melihat apakah ada luka atau kuku yang terkena infeksi atau jamur yang tumbuh;
  2. Segera berobat ke dokter bila ditemukan kelainan-kelainan pada jempol kaki;
  3. Cuci kaki dengan sabun setiap hari dan keringkan terutama di sela-sela jari sebelum menggunakan sepatu;
  4. Gunakan kaus kaki dari katun dan ganti setiap hari;
  5. Usahakan selalu berganti sepatu setiap 2 hari sekali;
  6. Hindari menggunakan sepatu terlalu sempit;
  7. Gunakan sandal saat di kamar mandi;
  8. Jangan pinjam meminjam sepatu dan kaus kaki;
  9. Potong kuku jempol kaki dengan benar (tidak terlalu pendek);
  10. Rendam kaki seminggu sekali dengan bahan-bahan yang berbau segar seperti serai, jeruk nipis, atau khusus rendaman kaki;
  11. Oleskan telapak kaki dengan antiperspirant (zat untuk mengurangi produksi keringat). Coba cari di apotik atau toko kosmetik;
  12. Taburkan krim/ bedak yang mengandung natrium bicarbonate atau baking soda atau zinc oxide pada sela jari kaki agar dapat menyerap keringat.
Ok, selamat mencoba..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selamat Jalan BAU KAKI. Menurut dr. Retno Indrastiti, SpKK"

Post a Comment