Masih Muda Kok Sudah Botak? Menurut dr. Sri Sylviana Rahayu, SpKK

Kepala botak bagi sebagian kalangan anak muda dinilai menjadi nilai plus penampilan seorang laki-laki, hal ini tidak salah sob, tahu Dwyne ‘The Rock’ Johnson? Dengan badan kekar dan kepala licinnya Dwyne Johnson menjadi daya tarik sendiri untuk memikat kaum hawa. Namun, pada artikel ini kita tidak membahas orang yang memang dengan sengaja menggunting habis rambut hingga tak bersisa,tapi botak terjadi tanpa diduga-duga. Dengan tak diharapkan sebelumnya, seseorang harus menerima kenyataan bahwa ada sebagian daerah kepalanya yang tak tertutupi rambut.

Kalau yang mengalami orang tua mungkin tidak akan terlalu dipermasalahkan. Tapi, ternyata botak tidak pilih-pilih, karena bisa juga terjadi pada mereka yang berusia lebih muda, bahkan anak-anak sekalipun (What?!). Seperti apakah botak yang sudah termasuk sebagai gangguan kelainan? Bagaimanakah botak bisa terjadi pada orang yang lebih muda? menurut dr. Sri Sylviana Rahayu, SpKK, sebelum memahami kebotakan akan lebih baik untuk mengenal rambut terlebih dahulu.

Rambut memiliki siklus pertumbuhan yang akan terjadi berulang-ulang antara fase pertumbuhan dengan fase istirahat. Siklus pertumbuhan yang normal dimulai dari masa anagen atau masa aktif pertumbuhan dimana terbentuk sel-sel baru yang akan mendorong sel-sel lebih tua ke atas. Dilanjutkan dengan masa katagen, yakni peralihan yang didahului dengan penebalan jaringan ikat disekitar folikel rambut, bagian tengah akar menyempit dan bagian bawah melebar. Setelah itu diikuti dengan masa telogen atau masa istirahat dengan memendeknya sel dan terbentuk tunas kecil yang membuat rambut baru sehingga rambut sebelumnya terdorong keluar dan rontok, kemudian dimulai siklus berikutnya.

Siklus Pertumbuhan Rambut
Masa pertumbuhan dan masa istirahat bervariasi berdasarkan usia, tempat rambut tersebut tumbuh dan juga dipengaruhi banyak faktor. Menurut dr. Silvi, pada orang normal hampir 80% rambut yang tumbuh dikepalanya berada dalam masa anagen. Selain itu dalam satu hari jumlah rambut yang rontok seharusnya tidak boleh lebih dari 100 helai. Bila tidak maka hal itu yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan kebotakan.

Kebotakan, atau dalam istilah medisnya disebut alopesi, terdiri dari berbagai tipe dan penyebab, dan yang umum terjadi pada kulit kepala adalah alopesia areata yaitu kebotakan yang terjadi setempat dan berbatas tegas. Pada alopesia areata, masa telogen menjadi lebih pendek sehingga tunas kecil rambut belum siap untuk memulai masa anagen berikutnya. Penyebab alopesia jenis adalah faktor genetik atau imunologi.

Jenis botak yang khas lainnya disebut sebagai male pattern alopecia (alopesia androgenetika) yakni kebotakan yang umum terjadi pada laki-laki berusia akhir dua puluh atau awal tiga puluh. Penyebab alopesia androgenetika adalah faktor keturunan atau meningkatnya hormon androgen di kulit kepala. Kebotakan pada wanita juga bisa terjadi tapi biasanya hanya tampak tipis dan disebut female pattern baldness.

Menurut teori jika pasangan suami istri sama-sama menderita kebotakan seperti itu, maka semua anak laki-laki dan setengah jumlah anak perempuannya akan mengalami hal serupa, karena untuk kebotakan yang disebabkan faktor keturunan memang sulit dicegah sob. Kalaupun memang ada langkah pencegahan tentunya sedari awal mencegah agar tipe ini tidak berlanjut ke tipe yang lebih buruk lagi.


Finasteride

Pengobatan

Dr. Silvi kemudian menjelaskan, bila penderitanya adalah laki-laki, maka bisa diberikan obat antidehidroandrogen contohnya finasteride, diberikan 1 mg/hari. Obat minum tersebut dikombinasikan  dengan obat minoksidil saja. Selain itu juga perlu diingat pada perempuan yang beresiko mengalami kebotakan sebaiknya menghindari menggunakan pil kontrasepsi yang mengandung progesteron tinggi karena dapat lebih meningkatkan rambut rontok.

Masa pengobatan untuk kebotakan akibat kelainan genetik dan hormon sebenarnya tidak bisa diperkirakan. Oleh karena itu, obat-obatan tersebut harus selalu dikonsumsi dalam pengawasan dokter karena efek samping yang ditimbulkannya pun bisa merugikan.

Lain halnya bila kebotakan yang terjadi di usia muda disebabkan oleh berbagai faktor dari luar seperti karena tarikan atau jepitan rambut yang terlalu kuat dan sering, karena ketombe, karena radang, jamur, kelainan hormon tiroid, penyakit sifilis, karena obat atau stres. Faktor-faktor penyebab yang demikian akan lebih mudah untuk dicegah dan diobati.


Tips Mencegah Kebotakan

  • Seseorang harus mengenali terlebih dahulu apakah yang bersangkutan memiliki ‘bakat’ untuk mengalami botak.
  • Dalam melakukan ‘manipulasi’ pada rambut hendaknya jangan semena-mena. Maksudnya jangan terlalu sering melakukan tarikan yang terlalu keras (sasakan), jepit atau ikat rambut yang terlalu kencang, pengeritingan atau pengeringan rambut dengan hair dryer, dan sebagainya.
  • Rawatlah rambut dengan teratur dan dengan produk yang tepat, misalnya shampoo, conditioner, creambath, hair tonic, hair spa.
  • Nutrisi sangat penting dalam menunjang rambut sehat, beberapa di antaranya adalah : zat besi (Fe), Vitamin B1, asam PanAminoBenzolac (PABA), kalsium D pantotenat (provitamin B5), asam folat dan zinc.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Masih Muda Kok Sudah Botak? Menurut dr. Sri Sylviana Rahayu, SpKK"

  1. Terimakasih,..
    Artikelnya sangat membantu, berhubung gejala botak sepertinya mulai menyerang :D.

    ReplyDelete