Batuk Anak Tak Kunjung Sembuh. Menurut dr. Naomi Esthernita Dewanto, SpA (K)

Menurut dr. Naomi Esthernita Dewanto, SpA (K), batuk anak yang tak kunjung sembuh, atau kambuh-kambuhan lebih dikenal dengan nama batuk kronik. Batuk kronik merupakan batuk batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu terus menerus atau hilang timbul lebih dari tiga bulan.

Untuk mendiagnosis batuk kronik, perlu diketahui ciri-ciri batuknya setelah itu bisa ditentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan jenis batuknya. Dr. Naomi mengatakan, penyebab batuk kronik banyak sekali, tetapi secara garis besarnya dibagi menjadi dua, yakni batuk non spesifik yang merupakan gejala alergi, sedangkan yang spesifik lebih ke gejala tuberkulosis (TB).

Batuk yang terjadi secara berulang dan tak kunjung sembuh mungkin merupakan gejala batuk TB atau juga bisa batuk alergi. Untuk batuk kronik yang berulang biasanya  disebabkan oleh infeksi virus berulang. Jika dalam suatu keluarga ada riwayat asma atau alergi, maka kemungkinan sang anak mempunyai resiko asma dan alergi adalah besar, Oleh karena itu orangtua harus menghindarkan putra-putrinya yang mempunyai riwayat alergi maupun asma dari pemicu alergi seperti asap rokok, asap knalpot kendaraan, debu rumah parfum dan lain-lain. Oh iya, makanan pun juga bisa jadi pemicu lho sob, misalnya coklat, susu sapi, tomat, es krim dan lain-lain. Selain itu AC dan kipas angin yang jarang dibersihkan juga dapat memicu alergi. Tapi secara umum yang paling sulit dihindari tentu saja adalah cuaca, apalagi jika sedang memasuki musim pancaroba dan tidak menentu apakah itu hujan atau tidak, biasanya anak yang mengidap alergi akan kambuh.

Ciri-Ciri

Menurut dr. Naomi, batuk yang disebabkan oleh alergi, ciri-cirinya adalah sering bersin, mata dan hidung berair dan gatal disekitar tenggorokan. Batuk karena infeksi paru biasanya berupa batuk kering yang semakin hari semakin hebat. Selain itu, anak akan terlihat sulit bernapas dan berat badannya cenderung menurun drastis. Batu rejan atau pertusis (infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular), biasanya juga terjadi karena infeksi dan gejalanya adalah anak akan batuk terus menerus sehingga tidak sempat bernapas, dan ketika menarik napas akan terdengar bunyi '..ngiik", batuk ini juga bisa berlangsung 1 hingga 2 bulan bahkan sampai 100 hari.

Pengobatan

Batuk haruslah diatasi dengan baik. Sebelum membawa si kecil ke dokter, berikanlah anak obat batuk terlebih dahulu yang dijual bebas. Upaya ini kadang membuahkan hasil, batuk mereda. Namun, sebenarnya cara ini hanya sementara menekan batuknya, tidak menanggulangi secara total. Adakalanya untuk beberapa saat batuk si kecil mereda tapi kemudian muncul kembali bahkan lebih hebat.

Oleh karena itu jika dalam tiga hari batuk si kecil belum mereda, maka bawalah sang anak ke dokter untuk diobati, dokter akan mencari penyebabnya dengan pemeriksaan fisik anak dan jika perlu dilakukan juga pemeriksaan laboratorium. Jika obat yang diberikan sudah sesuai dengan diagnosis dokter, maka batuk akan sembuh dalam tiga hingga lima hari. Namun, jika sudah diperiksa dokter dan belum sembuh juga, perlu ditelusuri kembali penyebab munculnya batuk. 

Selain itu harap diperhatikan, kondisi kesehatan si kecil yang belum sembuh benar batuknya, sebenarnya sangat rentan terhadap bakteri dan penyakit. Jadi hal yang normal apabila batuknya tak kunjung sembuh bila kondisi sanitasi lingkungan tidak mendukung. Makanan pun berperan dalam upaya penyembuhan agar daya tahan tubuh si kecil baik dan kuat sehingga batuk tidak lagi mengganggunya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Batuk Anak Tak Kunjung Sembuh. Menurut dr. Naomi Esthernita Dewanto, SpA (K)"

Post a Comment